100.000 Hektare Tebu Tua Akan Dibongkar Tiap Tahun Demi Gula Putih dalam 2 Tahun

Pemerintah menyiapkan peremajaan besar-besaran pada kebun tebu tua dengan sasaran sekitar 100.000 hektare setiap tahun. Langkah ini menjadi tumpuan untuk mencapai swasembada gula putih paling lambat dalam dua tahun.

Program tersebut menyasar tanaman ratoon berumur 7 tahun hingga 15 tahun yang produktivitasnya telah menurun. Tanaman lama akan dibongkar lalu diganti melalui skema bongkar ratoon.

Target Peremajaan dalam Skala Luas

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengatakan percepatan swasembada gula merupakan arahan langsung Presiden Prabowo Subianto. Pemerintah telah memperoleh persetujuan anggaran untuk menjalankan peremajaan kebun tebu tersebut.

“Perintah Bapak Presiden, swasembada gula putih paling lambat dua tahun harus tercapai,” ujar Amran kepada jurnalis, termasuk Kompas.com. Ia menyebut bongkar ratoon akan dilakukan secara besar-besaran terhadap tanaman yang telah menua.

KomponenSasaranFungsi
Peremajaan tebuSekitar 100.000 hektare per tahunMenaikkan produktivitas kebun
Bongkar ratoonTanaman berumur 7-15 tahunMengganti tanaman kurang produktif
Dukungan budidayaTraktor dan bantuan petaniMempercepat pelaksanaan di kebun

Bongkar ratoon adalah peremajaan tanaman tebu ketika hasil kebun dinilai tidak lagi optimal. Dalam program ini, tanaman berusia 7 tahun, 12 tahun, hingga 15 tahun termasuk dalam cakupan penggantian.

Target tahunan itu menjadi penentu bagi pencapaian sasaran dua tahun yang ditetapkan pemerintah. Amran menyatakan pelaksanaan penuh dapat diselesaikan dalam periode tersebut apabila luas peremajaan yang direncanakan tercapai.

Petani Menjadi Bagian Utama

Program percepatan produksi gula tidak hanya dijalankan pemerintah. BUMN, perusahaan gula swasta, dan petani dilibatkan dalam konsolidasi nasional untuk menyatukan langkah di sektor pergulaan.

Direktur Utama PT Sinergi Gula Nusantara, Mahmudi, menilai kemitraan dengan petani menjadi unsur penting dalam mengejar target tersebut. Produktivitas kebun yang dikelola petani dan pelaku usaha akan memengaruhi peningkatan produksi gula nasional.

Dukungan bagi petani mencakup bantuan bongkar ratoon, penyediaan traktor, serta kebutuhan budidaya lainnya. Bantuan itu diharapkan membuat proses peremajaan tanaman dapat bergerak lebih cepat di tingkat kebun.

Mahmudi menyatakan arahan pemerintah memberi dorongan bagi SGN dan pabrik gula swasta untuk bergerak bersama. “Intinya kita harus melakukan percepatan swasembada gula,” katanya.

Konsolidasi Menentukan Pelaksanaan

Peremajaan kebun dalam area yang luas membutuhkan keterhubungan antara bantuan alat, kebutuhan budidaya, dan keterlibatan pemilik kebun. Pemerintah menempatkan kolaborasi antarpemangku kepentingan sebagai bagian dari strategi menaikkan produksi gula.

Fokus utama program ini ialah menggantikan tanaman tebu tua dengan tanaman yang diharapkan lebih produktif. Keberhasilan pelaksanaan sekitar 100.000 hektare per tahun akan menjadi faktor penting bagi target swasembada gula putih dalam dua tahun.

Source: money.kompas.com
Berita Terkait