Pragmata Di 4K Mampu Menembus 100 FPS Lebih, Ray Tracing Tetap Aktif Di GPU Kelas Atas

Author: Redaksi Android62

Pragmata di PC memperlihatkan performa yang cukup mengejutkan saat dijalankan di resolusi 4K dengan Ray Tracing tetap aktif. Dalam pengujian yang dirujuk artikel sumber, gim ini bahkan bisa bergerak sangat mulus di kelas GPU atas, sampai menembus lebih dari 100 FPS tanpa harus mengorbankan kualitas visual secara ekstrem.

Kunci utamanya ada pada kombinasi preset yang tepat, terutama saat memakai upscaling dan frame generation. Dengan setelan yang diarahkan ke kualitas tinggi, Pragmata masih terlihat tajam sambil memberi ruang bagi kartu grafis kelas atas untuk menjaga laju gambar tetap stabil.

Setelan dasar yang paling aman di 4K

Skenario awal yang disarankan memakai Borderless Window dengan resolusi 3840 x 2160. Frame Rate dibiarkan pada mode Variable, sementara V-Sync dimatikan, terutama jika sistem sudah memakai monitor dengan adaptive sync.

Pada sisi pencahayaan, Ray Tracing tetap aktif, tetapi Path Tracing justru dimatikan untuk mayoritas GPU high-end. DLSS Ray Reconstruction juga disarankan nonaktif pada setelan dasar ini agar beban pemrosesan tidak bertambah berat.

Untuk menjaga kinerja di resolusi tinggi, NVIDIA DLSS dipasang dengan Super Resolution di mode Quality. Frame Generation diarahkan ke DLSS 2X, lalu NVIDIA Reflex Low Latency diaktifkan dalam mode On+Boost agar respons tetap terasa cepat.

Hampir semua opsi visual didorong maksimal

Di bagian grafis, Pragmata tampak dirancang agar tetap memanjakan mata meski performanya dikejar setinggi mungkin. Mesh Quality, Shadow Quality, Effects Quality, dan Volumetric Lighting masing-masing diatur ke Max, sedangkan Video Quality dipilih pada 4K.

Texture Quality juga diarahkan ke Max: 3GB, lalu Texture Filtering memakai High dengan ANISO x16. Shadow Cache, Contact Shadows, Bloom, Screen Space Reflections, Motion Blur, dan Depth of Field tetap diaktifkan untuk mempertahankan nuansa sinematik.

Untuk anti-aliasing, kombinasi yang dipakai adalah FXAA + TAA. Ambient Occlusion setelannya berada di SSAO, sedangkan Lens Flare dan Lens Distortion disarankan dimatikan supaya tampilan terlihat lebih bersih.

Performa tinggi masih terbuka lebar

Menurut artikel referensi, susunan pengaturan tersebut cocok untuk menggabungkan kualitas gambar tertinggi dengan performa yang tetap nyaman di 4K. Dalam kondisi seperti itu, frame rate disebut bisa menembus lebih dari 100 FPS pada banyak PC kelas atas.

Beberapa opsi juga terlihat berstatus abu-abu, seperti Global Illumination Quality di High, Hair Quality di High, Shadow Quality di Max, Dynamic Resolution di Off, dan Screen Space Reflections yang aktif. Kondisi ini menunjukkan ada pengaturan yang terkunci oleh preset internal gim atau konfigurasi tertentu.

Dari sini terlihat bahwa Pragmata bukan sekadar mendorong efek visual berat, tetapi juga memberi ruang besar bagi sistem yang kuat untuk tetap gesit. Itu membuatnya tampak lebih ramah bagi GPU kelas atas dibanding banyak gim yang biasanya langsung menekan performa di 4K.

GPU kelas atas yang dianggap paling cocok

Sumber menyebut sejumlah GPU sudah memiliki VRAM yang melampaui kebutuhan rekomendasi gim. Dari Nvidia ada GeForce RTX 3060, 3070, 3080, RTX 4070, 4080, serta seri baru seperti RTX 5070 dan 5080.

Dari kubu AMD, daftar yang disebut mencakup Radeon RX 6700 XT, 7600 XT, 7800 XT, 7900 XT, 9060, dan 9070. Dengan kartu-kartu tersebut, performa disebut tetap sangat mulus berkat optimalisasi gim yang baik.

Untuk GPU dengan VRAM 10GB sampai 16GB, Ray Tracing dinilai sebagai titik tengah yang paling seimbang. Visual meningkat jelas, tetapi bebannya masih lebih masuk akal dibanding jika Path Tracing dipaksa aktif.

Saat Path Tracing mulai layak dicoba

Pengguna GPU 16GB seperti RTX 5080 dan RX 7800 XT disebut sudah bisa mulai mencoba Path Tracing. Namun, setelan itu sebaiknya dipasangkan dengan DLSS mode Performance dan Frame Generation 2X agar laju gambar tetap terjaga.

Pada kelas yang lebih ekstrem seperti RTX 4090 dan RTX 5090, saran yang muncul adalah grafis maksimum dengan Nvidia DLAA dan Ray Tracing aktif. Frame Generation tetap dipasang ke 2X untuk menjaga kualitas visual tinggi tetap berjalan bersama kecepatan frame rate yang sangat cepat.

Di konfigurasi tersebut, frame rate disebut bisa melampaui 150 FPS. Pengguna di kelas ini juga dapat menyalakan Path Tracing dan Ray Reconstruction untuk mengejar kualitas gambar yang lebih tinggi lagi.

Pengguna AMD punya jalur setelan berbeda

Untuk GPU AMD, artikel referensi menyarankan AMD FSR3 dalam mode Quality. FSR Frame Generation juga direkomendasikan agar performa tetap stabil saat bermain di 4K.

Soal V-Sync, fitur ini hanya disarankan aktif jika monitor tidak mendukung AMD FreeSync atau Nvidia G-Sync. Pada monitor modern dengan adaptive sync, V-Sync umumnya tidak diperlukan dalam skenario seperti ini.

Dengan pendekatan tersebut, Pragmata di 4K terlihat mampu memamerkan kualitas visual RE Engine tanpa langsung menekan performa secara berlebihan. Kombinasi preset tinggi, Ray Tracing, DLSS Quality, dan Frame Generation menjadi titik awal paling aman untuk mengejar tampilan tajam sekaligus frame rate tinggi.

Source: tech.sportskeeda.com
Berita Terbaru