Pria Asal Moskow Bersenjata Tewaskan Enam Orang Di Kyiv, Penyanderaan Di Supermarket Berakhir Maut

Author: Redaksi Android62

Sedikitnya enam orang tewas dan 14 lainnya terluka dalam penembakan brutal yang berubah menjadi penyanderaan di Distrik Holosiivskyi, Kyiv selatan. Di antara korban luka terdapat seorang anak laki-laki berusia 12 tahun, sementara empat sandera lain sempat berhasil dievakuasi setelah pelaku ditembak mati aparat.

Peristiwa itu bermula ketika seorang pria bersenjata melepaskan tembakan ke arah pejalan kaki di kawasan yang padat aktivitas. Setelah itu, ia masuk ke sebuah supermarket dan menahan sejumlah orang di dalam, sehingga situasi dengan cepat berkembang menjadi krisis sandera.

Negosiasi sempat dilakukan oleh aparat Ukraina selama sekitar 40 menit. Namun, upaya tersebut gagal setelah pelaku membunuh salah satu sandera di dalam toko.

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengatakan empat korban tewas langsung di jalan, sementara seorang perempuan berusia sekitar 30 tahun meninggal di rumah sakit. Satu korban lainnya wafat saat masih berada dalam kondisi disandera di dalam supermarket.

Sebelum melakukan penembakan, pelaku disebut membakar apartemen pribadinya sendiri. Ia kemudian bergerak ke jalan dan menembak secara acak ke arah orang-orang yang melintas di wilayah tersebut.

Pelaku dan respons aparat

Menteri Dalam Negeri Ukraina Ihor Klymenko menyebut pelaku sebagai warga lokal yang bertindak kacau dan sulit diprediksi. Jaksa Agung Ukraina Ruslan Kravchenko kemudian mengidentifikasi pria itu sebagai warga berusia 58 tahun yang berasal dari Moskow, Rusia.

Kravchenko juga menyampaikan bahwa pelaku menggunakan senjata otomatis yang terdaftar secara resmi saat serangan berlangsung. Zelensky menambahkan bahwa pria tersebut telah cukup lama tinggal di wilayah Donetsk, Ukraina timur, yang selama bertahun-tahun berada dalam pusaran konflik separatis dan sebagian besar diduduki Rusia.

Saat negosiasi masih berlangsung, tim polisi sempat berusaha meredakan situasi dengan menawarkan bantuan medis kepada pelaku, termasuk tourniquet untuk menghentikan pendarahan. Namun, pendekatan itu tidak direspons, dan aksi kekerasan tetap berlanjut.

Setelah salah satu sandera dibunuh, kepolisian mengeluarkan perintah untuk melumpuhkan pelaku. Baku tembak pun terjadi dan mengakhiri penyanderaan setelah pria itu tewas di lokasi.

Dampak di ibu kota Ukraina

Selain enam korban tewas, insiden ini menyebabkan 14 orang mengalami luka. Polisi juga berhasil mengevakuasi empat sandera lain yang masih terjebak di supermarket sesaat setelah pelaku dilumpuhkan.

Peristiwa di Holosiivskyi menambah daftar kekerasan yang mengguncang Kyiv, meski penembakan massal seperti ini tergolong jarang terjadi di ibu kota Ukraina. Selama ini, kota tersebut lebih sering menjadi sasaran serangan udara dalam perang yang masih berlangsung dengan Rusia.

Hingga kini, aparat Ukraina masih menelusuri motif di balik serangan tersebut, termasuk alasan pelaku menggunakan senjata yang terdaftar secara resmi saat melakukan penembakan dan penyanderaan. Tragedi di Holosiivskyi pun menjadi salah satu insiden paling mematikan di Kyiv dalam beberapa waktu terakhir.

Source: mediaindonesia.com
Berita Terbaru