Project 250, RC Cetak 3D Bermotor Drone Incar 250 Mph

Target 250 mph kini menjadi fokus utama Stephen Wallis melalui proyek mobil remote control yang dikenal sebagai Project 250. Kendaraan kecil ini dirancang dengan pendekatan yang sangat agresif: bodi dibuat sesempit mungkin, komponen dicetak dengan teknologi 3D, dan tenaga dorongnya berasal dari motor drone berdaya tinggi.

Langkah tersebut bukan sekadar eksperimen iseng, karena Wallis sebelumnya sudah mencatat rekor Guinness lewat RC bernama The Beast yang mencapai 234,7 mph. Mobil sepanjang sekitar 3 kaki 2 inci atau kira-kira 1 meter itu bahkan melampaui top speed McLaren F1 versi produksi, sehingga target baru ini menjadi kelanjutan dari pencapaian yang sudah sangat ekstrem.

Fokus ke kecepatan, bukan sekadar bentuk

Dalam Project 250, Wallis tetap memakai konsep dasar dari The Beast, tetapi ia melakukan sejumlah penyesuaian penting agar mobil bisa bergerak lebih cepat dan tetap stabil. Salah satu perubahan paling tampak adalah bodi yang dibuat lebih sempit untuk menekan hambatan udara.

Perubahan itu penting karena pada kecepatan sangat tinggi, selisih kecil dalam bentuk bodi bisa berdampak besar pada performa. Selain itu, layout yang lebih ramping juga menuntut penyesuaian pada posisi baterai, elektronik, dan adaptor roda agar seluruh sistem tetap aman digunakan.

Motor lebih besar dan daya yang ikut naik

Untuk mengejar target 250 mph, Wallis tidak hanya bermain di sisi aerodinamika. Ia juga mengganti sistem penggerak dengan motor yang lebih besar, yaitu motor 5215, yang dipilih untuk menghasilkan torsi lebih tinggi dan membantu pengelolaan panas saat mesin bekerja keras dalam waktu singkat.

Pasokan daya pun ikut diperbesar agar sejalan dengan kebutuhan performa baru. Konfigurasi baterainya kini naik menjadi 20 cell dengan tegangan 84V setelah penambahan unit dua sel, sehingga mobil memiliki suplai energi yang lebih sesuai untuk dorongan kecepatan ekstrem.

Peran penting pencetakan 3D dalam pengembangan

Teknologi pencetakan 3D menjadi bagian penting dalam proses pembangunan mobil ini. Wallis memakainya untuk membuat komponen prototipe terlebih dahulu, sehingga kecocokan ukuran dan tata letak bisa diuji sebelum masuk ke tahap produksi final.

Pendekatan ini membantu mempercepat proses eksperimen tanpa harus langsung memakai material akhir yang lebih mahal. Setelah desain prototipe dianggap tepat, bagian utama rencananya dibuat dari aluminium dan serat karbon untuk menjaga kekuatan sekaligus mempertahankan bobot tetap ideal.

Empat motor dipasang langsung ke roda

Salah satu ciri paling unik dari mobil ini ada pada drivetrain yang dibuat sesederhana mungkin. Empat motor dipasang langsung ke roda dan terhubung ke sasis tanpa mekanisme rumit, sehingga hilangnya tenaga bisa ditekan serendah mungkin.

Desain seperti ini dipilih karena pada mobil RC berkecepatan sangat tinggi, hambatan kecil dapat memengaruhi hasil akhir secara signifikan. Dengan jalur tenaga yang lebih langsung, sistem bisa bekerja lebih efisien dan kompleksitas mekanis tetap rendah.

Dari hobby masa kecil menjadi proyek serius

Minat Wallis pada mobil remote control bermula sejak usia delapan tahun, ketika ia menerima mobil RC pertamanya. Ketertarikan itu kemudian berkembang jauh melampaui hobi biasa dan berubah menjadi proyek rekayasa yang menuntut ketelitian tinggi.

Setelah The Beast sukses menorehkan 234,7 mph, fokusnya beralih ke pencapaian berikutnya. Dalam pembaruan video terbaru, Wallis menyebut mobil itu sedang dibuat ulang agar bisa menembus 250 mph dan melampaui rekor pribadinya sendiri.

Target yang dikejar sebelum musim speedrun berikutnya

Walau terdengar sederhana, mencapai 250 mph bukan hanya soal memasang motor yang lebih kuat. Perubahan lebar bodi, penempatan baterai, dan susunan elektronik harus dihitung ulang agar mobil tetap seimbang saat melaju ekstrem.

Wallis juga perlu menyesuaikan adaptor roda dan komponen kemudi untuk memastikan layout yang lebih sempit tetap aman dipakai. Ia menyebut mobil itu harus siap mencapai 250 mph sebelum musim speedrun berikutnya dimulai dalam waktu 8 minggu, sehingga proses pengembangan berlangsung dengan tekanan waktu yang sangat besar.

Berita Terkait