Pernyataan resmi tentang Roswell justru berubah-ubah dalam waktu sangat singkat, dan di situlah sumber utama kebingungan publik bermula. Dalam jeda yang sempit, masyarakat menerima dua penjelasan yang saling bertentangan: satu menyebut piring terbang telah ditemukan, sementara yang lain menyebutnya hanya balon cuaca yang tidak berbahaya.
Kisah besar Roswell akhirnya bukan hanya soal benda aneh yang jatuh di New Mexico, tetapi juga soal bagaimana sebuah penjelasan yang tidak konsisten bisa melahirkan legenda yang bertahan puluhan tahun. Dari situ, cerita tentang UFO, mayat alien, dan penutupan informasi tumbuh jauh lebih cepat daripada fakta awal yang tersedia.
Awal peristiwanya berangkat dari temuan William Brazel, peternak yang akrab dipanggil Mac. Ia menemukan puing di peternakannya, sekitar 120 kilometer di luar Roswell, lalu menyerahkannya ke sheriff setempat.
Benda itu digambarkan terdiri dari karet, kertas timah, kertas keras, dan ranting. Temuan itu segera menarik perhatian militer, dan sehari setelah laporan awal muncul ke publik, Brazel disebut menyesal telah membocorkan informasi itu ke pers.
Ia kemudian mengatakan bahwa benda tersebut adalah balon cuaca. Penjelasan itu sempat meredam kegaduhan, tetapi justru ikut memunculkan kecurigaan baru karena publik sudah telanjur mendengar cerita yang berbeda.
Situasi makin rumit ketika puing sampai di pangkalan udara Roswell pada 8 Juli. Kolonel William Blanchard mengizinkan siaran pers yang menyebut bahwa sebuah piring terbang telah ditangkap Angkatan Udara AS.
Namun pernyataan itu tidak bertahan lama. Keesokan harinya, Brigadir Jenderal Roger Ramey menggelar konferensi pers dan menarik kembali narasi tadi, lalu menyebut benda tersebut hanya balon cuaca yang tidak berbahaya.
Puing yang memicu legenda
Di tengah kebingungan itu, foto Mayor Jesse Marcel yang memegang puing-puing ikut membentuk citra Roswell sebagai misteri besar. Foto tersebut lama dianggap sebagai bukti penting, walau ada keterangan yang menyebut puing di dalamnya bukan barang asli.
Versi lain menyebut benda yang difoto itu sengaja dibuat dari balon cuaca rusak untuk dipamerkan ke pers. Ada pula deskripsi tentang puing asli yang disebut mirip kayu dengan hieroglif di atasnya, fleksibel, tetapi tidak bisa dipatahkan atau dibakar.
Marcel sendiri baru menunggu tiga dekade sebelum menyampaikan versinya ke publik. Di sisi lain, sebagian skeptis menilai ia kerap membesar-besarkan prestasi militernya, sehingga kisahnya terus diperdebatkan.
Penjelasan yang paling sering diajukan pihak militer justru mengarah ke rangkaian balon penelitian yang diluncurkan dari Lapangan Udara Angkatan Darat Alamogordo pada 4 Juni 1947. Kontak dengan rangkaian itu hilang 27 kilometer dari peternakan Brazel.
Bertahun-tahun kemudian, ilmuwan atmosfer Charles B. Moore menunjukkan perangkat yang sangat mirip dengan puing yang pernah difoto. Pada 1994, Kantor Sekretaris Angkatan Udara AS juga mengakui bahwa memang ada sesuatu yang ditutup-tutupi.
Benda yang semula dikira pesawat alien itu dijelaskan sebagai balon mata-mata setinggi lebih dari 182 meter. Alat tersebut dipakai untuk mendeteksi apakah Rusia memiliki senjata nuklir melalui Proyek Mogul, sebuah operasi yang sangat rahasia dan dianggap setara dengan proyek bom atom dari sisi keamanan.
Roger Launius, mantan kurator sejarah ruang angkasa di Museum Udara dan Luar Angkasa Nasional, bahkan pernah mengatakan bahwa lebih baik ada pesawat ruang angkasa alien yang jatuh daripada harus mengungkap kenyataan itu. Ucapan tersebut menggambarkan betapa sensitifnya proyek rahasia tersebut bagi pemerintah saat itu.
Alien justru lahir belakangan
Menariknya, bagian paling sensasional dari Roswell tidak muncul dalam laporan awal 1947. Menurut Skeptical Inquirer, penyebutan mayat alien baru muncul dalam buku dan artikel ufologi pada 1978.
Popularitasnya melonjak lagi setelah episode Unsolved Mysteries pada 1989 menghidupkan kembali minat publik. Dari sana, narasi tentang tubuh alien mulai menempel kuat pada peristiwa Roswell.
Nama Glenn Dennis ikut memperkuat kisah tersebut setelah ia mengaku melihat alien berkepala besar di pangkalan dan mengatakan dirinya diancam agar diam. Namun penjelasan lain menyebut sosok yang ia lihat kemungkinan adalah Kapten Dan Fulgham, yang pada 1959 mengalami hematoma besar sehingga kepalanya membengkak.
Ada pula pernyataan Walter Haut, petugas humas pangkalan, yang baru terbuka setelah ia wafat. Dalam pernyataan tertulis di ranjang kematiannya, ia menyebut cerita balon cuaca sebagai upaya menutup-nutupi sesuatu dan mengaku melihat objek yang disimpan di hanggar.
Daya hidup Roswell juga datang dari budaya populer dan minat publik yang terus berulang. Survei Time-CNN yang dikutip ABC News menunjukkan 65 persen orang Amerika percaya ada UFO yang jatuh pada peringatan 50 tahun insiden itu.
Legenda ini makin besar lewat liputan National Enquirer pada 1978 dan Unsolved Mysteries pada 1989. Seiring waktu, Roswell juga menyerap klaim baru, termasuk slide Kodachrome yang kemudian terbukti menampilkan mayat mumi anak laki-laki berusia dua tahun, bukan alien, serta film Alien Autopsy: Fact or Fiction? yang belakangan diakui sebagai rekayasa.
Bahkan para presiden AS ikut terseret dalam aura misteri ini. Barack Obama, Bill Clinton, dan Donald Trump pernah menanggapi Roswell dan UFO dengan cara berbeda, dari candaan hingga dorongan untuk membuka dokumen rahasia terkait UAP kepada publik.
Source: www.idntimes.com