PSBS Biak sudah memastikan diri terdegradasi, dan kondisi itu langsung mengubah arah kerja klub. Fokus tim kini bukan lagi mengejar keselamatan di papan bawah, melainkan menata ulang skuad untuk menyiapkan jalan promosi kembali.
Perubahan sikap itu terlihat dari keputusan manajemen dan staf pelatih yang mulai menjadikan sisa laga sebagai ruang evaluasi. Setiap pertandingan ke depan akan dipakai untuk menilai pemain yang masih layak masuk dalam rencana musim berikutnya.
Skuad mulai disaring untuk proyek baru
Pelatih PSBS Biak, Marian Mihail, menyebut situasi ini sebagai masa yang berat bagi tim. Setelah degradasi terkonfirmasi, para pemain sempat diberi libur dua hari sebelum kembali menjalani latihan ringan.
Mihail menegaskan bahwa tim kini harus berpikir lebih jauh dari sekadar hasil pertandingan yang tersisa. Menurut dia, sisa musim akan dipakai untuk melihat siapa saja yang bisa menjadi bagian dari proyek baru di divisi kedua.
“Kami sudah sepakat memanfaatkan lima laga tersisa sebagai ajang seleksi,” ujar Marian Mihail. Pernyataan itu menunjukkan bahwa proses pembenahan tidak akan menunggu musim baru dimulai.
Evaluasi dilakukan sejak dini
PSBS tidak ingin melakukan perubahan besar secara tergesa-gesa. Karena itu, pembahasan mengenai masa depan tim sudah mulai dilakukan bersama manajemen.
Mihail menilai evaluasi awal penting agar kerangka tim musim depan bisa disusun dengan lebih matang. Dari lima laga yang masih tersisa, klub ingin mendapatkan gambaran jelas tentang komposisi pemain yang paling sesuai untuk proyek promosi lagi.
Pendekatan seperti ini juga memberi ruang bagi staf pelatih untuk memilah kebutuhan tim secara lebih terukur. Dengan begitu, pembentukan skuad tidak hanya bergantung pada perombakan mendadak setelah kompetisi selesai.
Komposisi pemain asing ikut terdampak
Arah baru tersebut juga terlihat dari pengaturan pemain asing. PSBS saat ini hanya mempertahankan tiga legiun impor, yakni Pablo Andrade, Mohcine Hassan, dan Luquinhas.
Keputusan itu ikut membuka peluang lebih besar bagi pemain lokal untuk mengambil peran penting dalam rencana musim depan. Bagi tim pelatih, komposisi seperti ini sejalan dengan kebutuhan membangun fondasi yang lebih jelas sejak awal.
Mihail menilai pemain lokal akan punya kontribusi besar dalam kerangka tim yang sedang disusun ulang. Karena itu, performa mereka pada sisa laga akan ikut menjadi acuan dalam menentukan masa depan masing-masing pemain.
Laga tersisa tetap dijalani serius
Meski status degradasi sudah pasti, PSBS tetap menyiapkan diri dengan serius menghadapi Malut United. Mihail melihat lawan mereka sebagai tim yang berbahaya karena punya kualitas merata di semua lini.
“Malut benar-benar tim yang sangat bagus, tim yang bisa mengalahkan tim manapun di liga ini,” kata Mihail. Ucapan itu menggambarkan bahwa PSBS tidak ingin menjadikan situasi yang sulit sebagai alasan untuk menurunkan fokus.
Bek PSBS, Moses Elias Madjar, juga menyampaikan sikap serupa. Ia mengatakan tim sudah mempelajari kekuatan lini depan lawan dan berusaha memperbaiki kesalahan yang muncul pada laga-laga sebelumnya.
Data klasemen mempertegas kondisi
Posisi PSBS Biak di klasemen ikut menegaskan alasan klub memilih jalur evaluasi total. Hingga pekan ke-29, mereka berada di peringkat ke-18 dengan 18 poin dari empat kemenangan, enam hasil imbang, dan 19 kekalahan.
Catatan itu menjadi dasar bagi klub untuk menata ulang arah pembangunan tim. Dari situ, PSBS mulai memandang sisa pertandingan bukan sekadar pengisi jadwal, tetapi bagian penting untuk menentukan wajah baru yang akan dibawa ke kompetisi kasta kedua.
