Kabupaten Bekasi menargetkan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik mampu mengolah 1.000 ton sampah per hari pada tahap awal operasi. Kapasitas itu diharapkan mengurangi tekanan di TPA Burangkeng yang saat ini menerima sekitar 1.300 ton sampah setiap hari.
Target tersebut menunjukkan masih ada selisih sekitar 300 ton dibandingkan volume sampah harian yang masuk ke tempat pemrosesan akhir itu. Karena itu, kapasitas PSEL Bekasi direncanakan meningkat secara bertahap mengikuti kesiapan sistem pengangkutan dan operasional.
Kebutuhan fasilitas baru berkaitan dengan besarnya aktivitas di Kabupaten Bekasi yang dihuni sekitar 3,4 juta penduduk dan ribuan perusahaan. Timbunan sampah harian menjadi salah satu persoalan yang ingin ditangani melalui pemanfaatan sampah sebagai sumber energi listrik.
Mitra pembangunan telah dipilih
PT Danantara Investment Management telah menetapkan Everbright Harmony dari China sebagai mitra pembangunan PSEL Bekasi. Pemilihan perusahaan tersebut membuka tahap teknis untuk menyiapkan desain dan konstruksi proyek strategis nasional itu.
Direktur Investasi PT Danantara Investment Management, Fadli Rahman, menyatakan proses pemilihan mitra telah rampung. Menurut dia, Everbright Harmony dipilih karena menjadi salah satu perusahaan pengelola waste to energy terbesar di China.
Fadli mengatakan Danantara akan mempercepat tahapan teknis agar pembangunan dapat berjalan sesuai sasaran. “Kami optimistis pembangunan PSEL dapat berjalan sesuai target sehingga menjadi solusi pengelolaan sampah yang modern dan berkelanjutan bagi Kabupaten Bekasi,” kata Fadli.
Jadwal pembangunan menuju 2029
Penyusunan desain proyek ditargetkan selesai pada 2026 sebelum pekerjaan fisik dimulai. Groundbreaking dijadwalkan berlangsung pada akhir 2026 atau paling lambat Januari 2027.
| Tahapan | Target |
|---|---|
| Penyusunan desain | Rampung pada 2026 |
| Groundbreaking | Akhir 2026 atau paling lambat Januari 2027 |
| Masa konstruksi | Sekitar dua tahun |
| Mulai beroperasi | 2029 |
| Kapasitas awal | 1.000 ton sampah per hari |
Masa konstruksi fasilitas diperkirakan memerlukan waktu sekitar dua tahun. Dengan tahapan tersebut, PSEL Bekasi ditargetkan mulai beroperasi pada 2029.
Lahan dan akses proyek disiapkan
Pemerintah Kabupaten Bekasi menyatakan persiapan proyek telah dilakukan hampir satu tahun terakhir. Kebutuhan yang disiapkan meliputi dokumen administrasi, lahan, anggaran pematangan, dan infrastruktur akses ke lokasi.
Plt Bupati Bekasi Asep Surya Atmaja menyebut lahan seluas lima hektare telah tersedia sebagai aset pemerintah daerah. Pemerintah daerah juga mengalokasikan anggaran Rp16,5 miliar untuk pematangan lahan.
| Kebutuhan | Persiapan |
|---|---|
| Lahan proyek | 5 hektare aset pemerintah daerah |
| Pematangan lahan | Rp16,5 miliar |
| Akses konstruksi | Pelebaran jalan dan pembangunan jembatan |
| Kapasitas awal fasilitas | 1.000 ton sampah per hari |
Pelebaran jalan dan pembangunan jembatan menuju kawasan proyek diprioritaskan untuk mendukung mobilitas selama konstruksi. Pemerintah daerah dan Danantara akan terus berkoordinasi agar jadwal pembangunan tidak bergeser.
Asep menegaskan proyek ini tidak semata-mata berfokus pada pembangunan fasilitas baru. “Ini bukan hanya membangun fasilitas pengolahan sampah, tetapi membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih modern, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujarnya seperti dikutip Beritasatu.com.
Source: www.beritasatu.com






