Bayern Munich masih menjaga peluang setelah kalah tipis 4-5 dari Paris Saint-Germain pada leg pertama semifinal Liga Champions di Parc des Princes. Pertandingan itu langsung meninggalkan kesan besar karena kedua tim sama-sama tampil terbuka dan saling membalas, sampai akhirnya PSG hanya unggul satu gol untuk dibawa ke laga berikutnya.
Skor tersebut memang memberi keuntungan bagi PSG, tetapi cara mereka mencapai hasil itu justru memicu banyak sorotan. Tim asuhan Luis Enrique sempat memimpin 5-2 dan tampak berada dalam posisi aman, namun Bayern tetap mampu memangkas jarak hingga laga berakhir dengan selisih yang jauh lebih kecil dari yang diperkirakan.
Laga penuh risiko di Parc des Princes
PSG sebenarnya punya peluang untuk mengendalikan tempo ketika keunggulan tiga gol sudah mereka pegang. Namun, alih-alih menutup permainan dan merapatkan struktur bertahan, mereka tetap memilih pendekatan yang terbuka.
Keputusan itu membuat Bayern punya ruang untuk terus menekan. Situasi tersebut kemudian menjadi pusat perhatian karena PSG bukan tim biasa, melainkan juara bertahan yang sempat memegang kendali penuh atas pertandingan.
Pertandingan ini juga mencatat sejarah baru di Liga Champions. Untuk pertama kalinya di semifinal, dua tim sama-sama mampu mencetak minimal empat gol dalam satu laga.
Sorotan untuk Luis Enrique
Pilihan taktik PSG membuat Luis Enrique ikut berada di bawah pengawasan. Sorotan itu bukan datang karena timnya gagal menang, melainkan karena mereka hampir kehilangan kontrol atas laga yang sudah tampak aman.
Wayne Rooney menilai PSG seharusnya lebih berhitung saat skor sudah jauh menguntungkan. Dalam siaran Amazon Prime, mantan striker Inggris itu menyebut Luis Enrique semestinya lebih pragmatis dalam mengelola keunggulan.
“Luis Enrique adalah pelatih top, jadi ketika mereka unggul 5-2, saya pikir dia seharusnya berkata: ‘Mari bertahan dan fokus pada penguasaan bola’,” ujar Rooney.
Rooney juga menyoroti fakta bahwa Bayern memiliki gaya main menyerang di bawah Vincent Kompany. Menurutnya, situasi seperti itu seharusnya membuat PSG lebih waspada karena lawan tetap bisa menciptakan ancaman kapan saja.
Bayern menjaga napas untuk leg kedua
Meski tertinggal jauh dalam beberapa momen, Bayern tidak melepaskan intensitas serangan. Dua gol tambahan yang mereka ciptakan membuat pertandingan kembali hidup dan menjaga tensi tinggi hingga peluit akhir.
Bagi Bayern, hasil ini masih menyisakan peluang untuk membalikkan keadaan. Selisih satu gol membuat laga balasan tetap terbuka, apalagi duel penentuan akan berlangsung di Allianz Arena, Munich.
Kondisi tersebut membuat leg kedua diperkirakan berlangsung ketat. Bayern datang dengan keyakinan bahwa jarak tipis masih bisa mereka ubah, sementara PSG harus memastikan keunggulan yang sudah didapat tidak hilang begitu saja.
PSG masih punya pekerjaan besar
Di satu sisi, PSG menunjukkan daya gedor yang kuat dengan torehan lima gol ke gawang Bayern. Namun, empat gol yang bersarang di kandang sendiri menjadi catatan serius bagi tim yang ingin menjaga langkah menuju final.
Laga ini memperlihatkan bahwa efektivitas di lini depan saja belum cukup jika kontrol pertandingan mulai lepas. PSG kini dituntut tampil lebih disiplin saat kembali menghadapi Bayern, karena keunggulan yang sempat terasa nyaman sudah berubah menjadi selisih yang sangat tipis.
