PSS Sleman resmi mengamankan tiket promosi ke Super League setelah menuntaskan laga penentuan dengan kemenangan 3-0 atas PSIS Semarang di Stadion Maguwoharjo, Sleman, Yogyakarta. Hasil itu langsung menempatkan Laskar Sembada di puncak klasemen Championship League dan membuat mereka berhak naik kasta musim depan.
Kepastian promosi PSS tidak datang dengan mudah karena persaingan di papan atas berlangsung ketat hingga laga terakhir. Meski sama-sama mengoleksi poin yang identik dengan Persipura Jayapura, PSS tetap berada di posisi teratas berkat catatan head to head yang lebih baik.
Di hadapan pendukung sendiri, PSS tampil efektif sejak awal dan mampu menjaga ritme permainan hingga akhir. Gol pembuka datang lewat Gustavo Tocantins pada menit ke-34 setelah menyelesaikan umpan Federic Injai dengan tenang.
PSIS sempat berusaha mengejar ketertinggalan, tetapi tekanan tuan rumah membuat mereka sulit berkembang. Hingga turun minum, PSS tetap memegang kendali atas jalannya pertandingan dan tidak memberi banyak ruang bagi lawan untuk membangun serangan.
Selepas jeda, PSS kembali menambah tekanan dan memperlebar jarak melalui Junior Haqi pada menit ke-58. Bola hasil eksekusi tendangan sudut meluncur masuk ke gawang dan mengubah skor menjadi 2-0.
Gol itu sempat memunculkan protes dari kubu PSIS karena ada dugaan gangguan terhadap penjaga gawang. Namun, wasit tetap mengesahkan gol tersebut sehingga PSS terus memegang kendali atas laga.
Menjelang pertandingan usai, Arda Alfareza memastikan kemenangan PSS lewat gol pada menit ke-87. Ia mengeksekusi tendangan bebas dengan akurat dan menutup duel dengan skor meyakinkan 3-0.
Hasil positif ini sekaligus menegaskan kualitas PSS pada laga yang sangat menentukan arah musim mereka. Kemenangan atas PSIS menjadi modal akhir yang memastikan mereka kembali tampil di level lebih tinggi pada musim depan.
Dari sisi klasemen, PSS menutup fase ini dengan 56 poin, sama seperti Persipura Jayapura. Persipura juga meraih kemenangan 2-0 atas Persiku Kudus pada saat bersamaan, tetapi hasil itu belum cukup untuk menggeser PSS dari posisi puncak.
Keunggulan head to head menjadi pembeda yang menguntungkan PSS dalam perebutan tiket promosi. Dengan selisih tersebut, status juara grup dan hak promosi ke kasta tertinggi resmi menjadi milik tim asuhan Laskar Sembada.
Kelolosan PSS juga menempatkan mereka sejajar dengan Garudayaksa FC, yang lebih dulu memastikan tempat di kasta tertinggi sepak bola Indonesia dari Grup 1. Kedua juara grup itu kemudian dijadwalkan bertemu di final Championship Division untuk memperebutkan gelar juara.
Bagi PSS, promosi ini menjadi penegasan atas konsistensi mereka sepanjang kompetisi. Kemenangan atas PSIS bukan hanya menutup musim dengan hasil sempurna, tetapi juga mengantar mereka kembali bersaing di Super League musim depan.
