Langkah I.League dan PSSI menuju pembaruan kompetisi nasional kini bergerak lebih jauh dari sekadar urusan jadwal pertandingan. Pembahasan yang mengiringi Super League, Championship, hingga rancangan musim baru menunjukkan adanya dorongan untuk membangun sistem yang lebih rapi, lebih kompetitif, dan lebih selaras dengan kebutuhan sepak bola Indonesia secara menyeluruh.
Di pusat proses itu, targetnya bukan hanya menjalankan liga dari pekan ke pekan. Ferry Paulus menegaskan bahwa arah pembicaraan sudah naik ke level yang lebih strategis, termasuk soal penataan kalender, kesiapan klub, dan sinkronisasi dengan agenda tim nasional serta berbagai kegiatan sepak bola lain yang masuk dalam kalender nasional.
Pembahasan musim baru dimulai lebih awal
I.League dan PSSI mulai membicarakan musim 2026/27 sejak dini. Pola ini dipilih agar keputusan penting, mulai dari regulasi hingga format kompetisi, bisa diambil lebih cepat daripada kebiasaan sebelumnya.
Kepastian yang datang lebih awal dinilai penting bagi semua pihak yang terlibat. Klub punya waktu lebih panjang untuk menyusun persiapan, pelatih bisa menata program dengan lebih terukur, dan pemain mendapat kepastian yang membantu mereka menjaga ritme menuju musim berikutnya.
Kalender kompetisi jadi perhatian utama
Penataan jadwal menjadi salah satu isu yang paling ditekankan dalam pembahasan tersebut. Liga diharapkan tidak berbenturan dengan agenda tim nasional, program internal organisasi, maupun event lokal dan internasional yang sudah tercantum dalam kalender sepak bola nasional.
Penyelarasan ini dipandang sebagai syarat penting agar kompetisi berjalan lebih efisien dan tidak mengganggu kepentingan yang lebih luas. Dengan kalender yang lebih tertib, ekosistem sepak bola nasional juga diharapkan bekerja dengan arah yang sama.
Performa kompetisi mulai terlihat berubah
Ferry Paulus menyoroti bahwa Super League telah memainkan 243 pertandingan dan memperlihatkan peningkatan rivalitas antartim. Tingkat kompetitivitas yang sebelumnya berada di angka 20 persen pada musim lalu disebut naik menjadi 30 persen.
Perubahan serupa juga tampak di Championship, terutama setelah penerapan VAR. Teknologi itu dinilai membantu keputusan di lapangan menjadi lebih tertib dan ikut memperbaiki kualitas pertandingan secara keseluruhan.
Data persaingan menunjukkan hasil yang makin seimbang
Catatan yang dihimpun I.League memperlihatkan persaingan yang belum sepenuhnya timpang. Tim tuan rumah memang masih lebih sering menang, tetapi tim tamu tetap memiliki peluang besar untuk membawa pulang poin.
Berikut data yang tercatat:
- Super League: Home Win 44,86 persen, Away Win 30,45 persen, Draw 24,69 persen.
- Championship: Home Win 44,35 persen, Away Win 29,57 persen, Draw 26,09 persen.
Angka tersebut menunjukkan hasil pertandingan yang mulai lebih sulit ditebak. Kompetisi pun bergerak ke arah yang lebih terbuka dan menuntut konsistensi dari setiap tim.
Kerja sama luar negeri ikut disiapkan
Selain membenahi dari dalam, I.League juga menjajaki kerja sama strategis dengan sejumlah liga elite dunia. Nama-nama yang masuk dalam pembicaraan mencakup Eredivisie, La Liga, J.League, dan Bundesliga.
Fokus dari kerja sama ini bukan hanya pada gengsi mitra, melainkan pada transfer pengetahuan yang dapat membantu meningkatkan standar liga domestik. Bidangnya mencakup manajemen kompetisi, pengembangan klub, tata kelola pertandingan, dan pembinaan ekosistem sepak bola modern.
Keamanan, suporter, dan agenda tambahan
I.League juga memperkuat hubungan dengan FIFA dalam isu manajemen suporter dan keamanan pertandingan. Dua aspek ini dipandang penting karena menentukan rasa aman di stadion sekaligus citra liga di mata publik.
Di saat yang sama, PSSI dan I.League tengah mematangkan rencana kejuaraan tambahan yang akan berjalan paralel dengan kompetisi liga. Skema itu berpotensi menambah menit bermain pemain, memberi klub ruang rotasi yang lebih leluasa, dan menjaga kalender kompetisi tetap hidup sepanjang tahun.
Jika seluruh rencana tersebut berjalan sesuai arah yang dibahas, sepak bola nasional tidak hanya bergerak lewat liga utama. Struktur kompetisi yang lebih teratur, hubungan internasional yang lebih luas, dan perhatian pada keamanan suporter akan menjadi bagian dari upaya membangun sistem yang lebih modern dan berkelanjutan.
Source: www.medcom.id






