Pulau Brani Disiapkan Mengubah Wajah Wisata Singapura, Bidik 32 Juta Pengunjung

Author: Redaksi Android62

Singapura menargetkan Greater Sentosa dapat menarik sekitar 32 juta pengunjung setiap tahun setelah seluruh pengembangannya selesai. Salah satu poros utama ambisi tersebut adalah Pulau Brani, terutama kawasan baratnya yang disiapkan untuk atraksi wisata baru.

Rencana ini menandai perubahan besar karena Pulau Brani saat ini masih menjadi lokasi Terminal Pelabuhan Brani. Ruang untuk pembangunan wisata akan terbuka setelah operasional pelabuhan dijadwalkan pindah ke Tuas mulai tahun depan.

Brani Barat Jadi Titik Strategis

Sentosa Development Corporation atau SDC belum mengungkap investor maupun mitra pengembang yang akan terlibat dalam proyek di Brani Barat. Meski demikian, lembaga itu menilai pengembangan pulau tersebut berpotensi menjadi pengubah peta industri pariwisata Singapura.

Posisi Pulau Brani dinilai penting karena kawasan ini relatif belum tersentuh pembangunan wisata dibandingkan Sentosa. Pengembangannya diharapkan memperluas pilihan aktivitas pengunjung tanpa hanya mengandalkan atraksi yang sudah ada.

Kawasan atau Fasilitas Rencana Pengembangan Status
Greater Sentosa Alam, rekreasi, gaya hidup, dan hiburan Target 32 juta pengunjung per tahun
Pulau Brani Barat Atraksi wisata baru Berpotensi menjadi pengubah permainan
Sentosa Pembaruan transportasi dan landmark Sentosa Express akan diganti trem

Pengunjung Didorong Tinggal Lebih Lama

SDC menyiapkan Greater Sentosa Master Plan sebagai panduan pembangunan kawasan dalam 20 tahun ke depan. Fokusnya bukan hanya menambah wahana, melainkan menciptakan pengalaman yang membuat wisatawan bertahan lebih lama di kawasan tersebut.

Konsep yang disiapkan mencakup penjelajahan pulau-pulau kecil di sekitar Sentosa, pengalaman bersantap di bawah kanopi hutan, serta ruang rekreasi yang terhubung dengan lanskap alami. Pendekatan ini menjadikan unsur alam sebagai pembeda di tengah persaingan destinasi perkotaan.

Dosen senior Temasek Polytechnic, Benjamin Cassim, menilai kekuatan proyek ini berada pada pengalaman yang saling melengkapi. “Dengan begitu, wisatawan memiliki lebih banyak alasan untuk tinggal lebih lama, menjelajahi lebih banyak kawasan, dan kembali lagi di masa depan,” ujarnya seperti dikutip Channel News Asia.

Menurut Cassim, wisata berbasis alam dapat menjadi keunggulan yang lebih sulit ditiru oleh destinasi lain. Potensi itu berasal dari karakter alami Pulau Sentosa dan kawasan di sekitarnya yang dapat melengkapi atraksi buatan.

Transportasi dan Landmark Ikut Diperbarui

Transformasi Greater Sentosa juga menyasar infrastruktur pengunjung. CNBC Indonesia melaporkan Sentosa Express, yang selama ini menjadi salah satu moda utama menuju kawasan tersebut, direncanakan diganti dengan sistem trem baru.

SDC juga menyiapkan Sensorium sebagai landmark dalam ruangan sekaligus ruang serbaguna. Sejumlah bisnis yang masih beroperasi di Sentosa akan ditutup secara bertahap setelah masa sewa mereka berakhir agar pembangunan ulang dapat dilakukan.

Direktur Pelaksana MasterConsult Services, Christopher Khoo, melihat perubahan tren wisata global menuntut pengalaman yang lebih bermakna. Menurutnya, destinasi tidak cukup hanya menambah wahana, tetapi perlu menawarkan wisata kesehatan, kegiatan luar ruang, serta cerita dan identitas yang kuat.

Khoo menilai Greater Sentosa menjawab kebutuhan Singapura akan proyek ikonik baru setelah Marina Bay, Resorts World Sentosa, Jewel Changi Airport, dan Mandai. Ia menyebut proyek ini berpeluang menjadi mesin pertumbuhan pariwisata Singapura untuk dekade berikutnya.

Pengembangan Pulau Brani pada akhirnya tidak diposisikan sebagai perluasan kawasan semata. Kawasan ini disiapkan untuk memperkuat pilihan rekreasi generasi mendatang sekaligus memperpanjang waktu kunjungan wisatawan di Greater Sentosa.

Source: www.cnbcindonesia.com
Berita Terbaru