Punch Hole Masih Unggul Jauh, Mengapa Under Display Camera Belum Jadi Pilihan Utama?

Author: Redaksi Android62

Under display camera atau UDC memang menawarkan layar yang terlihat penuh tanpa lubang kamera di bagian atas. Namun, teknologi ini masih belum cukup matang untuk menggeser posisi punch hole di banyak smartphone.

Masalah utamanya ada pada hasil foto yang masih tertinggal jauh. Dalam pengetesan Android Authority, foto dari UDC terlihat lebih buruk dibanding kamera selfie biasa, bahkan ketika kondisi cahaya sudah ideal.

Kualitas gambar menjadi hambatan terbesar

Pada kondisi terang, warna foto dari UDC disebut tidak akurat dan detail tampak seperti berkabut. Saat cahaya mulai redup, performanya turun lebih jauh karena gambar menjadi gelap, objek sulit terlihat, dan blur semakin jelas.

Sejumlah perangkat dengan UDC juga masih memakai resolusi kecil, misalnya 4MP. Untuk kebutuhan yang menuntut kualitas tinggi, termasuk unggahan media sosial, hasil seperti ini masih dianggap kurang memadai.

Teknologi layar di belakangnya belum selesai

UDC bergantung pada panel transparan dan susunan piksel khusus di layar. Screen Shield menjelaskan bahwa teknologi tersebut terus berkembang, tetapi masih menyimpan banyak kekurangan yang sulit dihindari.

Salah satunya adalah panel yang belum cukup transparan sehingga cahaya lebih sulit masuk ke lensa. Akibatnya, hasil foto tidak bisa maksimal meski kamera sudah berada tepat di balik layar.

Teknologi pixel grid juga belum sepenuhnya dioptimalkan. Potongan kamera pun belum benar-benar hilang dari layar, sehingga tujuan visual UDC belum selalu tercapai secara sempurna.

Punch hole masih lebih masuk akal bagi produsen

Di pasar smartphone, punch hole tetap jauh lebih populer karena komprominya dinilai lebih seimbang. Lubang kecil di layar memang masih terlihat, tetapi gangguannya relatif minim saat digunakan sehari-hari.

Kelebihan punch hole bukan hanya pada desain, tetapi juga pada kualitas foto dan video yang jauh lebih baik. Kombinasi inilah yang membuat banyak produsen tetap memilihnya ketimbang UDC.

Secara visual, UDC memang lebih bersih. Tetapi dalam praktik, punch hole masih unggul karena memberi hasil gambar yang lebih konsisten dan lebih aman untuk dipakai luas.

Fitur pengenal wajah ikut terdampak

Penempatan kamera di bawah layar juga menimbulkan tantangan lain, terutama pada sistem face recognition. Beberapa perusahaan seperti Samsung dan Apple disebut sedang mencoba mengembangkan UDC agar fitur itu bisa bekerja lebih baik.

Upaya yang dilakukan antara lain membuat dual UDC hingga mengembangkan kamera baru bernama Polar UDC. Meski begitu, belum ada perangkat yang berhasil menghadirkan face recognition secara sempurna melalui UDC.

Kondisi ini membuat UDC kurang menarik untuk smartphone yang mengandalkan keamanan dan pemindaian wajah yang stabil. Bagi banyak produsen, risiko tersebut masih lebih besar daripada keuntungan desain layar penuh.

Masih terbatas di segmen tertentu

Meski jarang dipakai luas, UDC tetap muncul di beberapa perangkat. Smartprix menyebut teknologi ini lebih sering digunakan pada smartphone gaming seperti ZTE nubia REDMAGIC 9, REDMAGIC 10, hingga REDMAGIC 11 series.

Sejumlah smartphone lipat juga mengadopsinya, termasuk Samsung Galaxy Z Fold 3, Galaxy Z Fold 4, dan Galaxy Z Fold 5. Apple juga dikabarkan akan menerapkan UDC di iPhone Fold atau iPhone Ultra.

Pola penggunaannya menunjukkan bahwa UDC masih diperlakukan sebagai teknologi spesifik, bukan standar untuk semua smartphone. Selama kualitas kamera dan fungsinya belum benar-benar matang, punch hole tampaknya masih akan tetap menjadi pilihan yang lebih aman.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru