Pusat Data Amazon Kepanasan, Layanan Pelanggan Ikut Terganggu Hingga Berjam-Jam

Author: Redaksi Android62

Gangguan di pusat data Amazon Web Services di Virginia utara sempat memicu efek berantai ke sejumlah layanan pelanggan, termasuk Coinbase. Saat fasilitas itu mengalami panas berlebih dan harus dihentikan operasinya, lalu lintas pelanggan dialihkan ke fasilitas lain agar layanan tetap berjalan.

AWS menyebut pusat data tersebut terlalu panas hingga perlu ditutup pada hari Kamis. Menurut The Next Web, para insinyur kemudian menurunkan laju layanan dan memindahkan beban kerja ke lokasi lain untuk menjaga operasional tetap hidup.

Dampaknya langsung terasa pada pelanggan yang bergantung pada infrastruktur AWS. Coinbase menjadi salah satu yang terdampak, dengan gangguan berupa “extended outage of core trading services” ketika insiden berlangsung.

Pada Jumat pagi, pemulihan belum sepenuhnya selesai. Amazon belum memberi perkiraan kapan masalah akan tuntas, meski menyatakan sedang menyalakan kapasitas pendingin tambahan agar perangkat keras yang terdampak di zona itu bisa kembali pulih.

AWS kemudian mengatakan gangguan sudah teratasi pada pukul 11.30 pagi hari Jumat. Namun, lebih dari satu jam setelahnya masih ada “ongoing issue” di wilayah Virginia utara yang memicu timeout pada sebagian layanan AWS.

Kasus ini kembali memperlihatkan betapa sensitifnya layanan digital terhadap masalah di balik layar. Di saat kebutuhan komputasi terus naik dan pusat data baru bermunculan, satu gangguan pendinginan saja bisa menular ke banyak layanan yang bergantung pada sistem yang sama.

Tekanan pada infrastruktur semacam ini juga berjalan beriringan dengan jejak lingkungan yang besar. Pusat data disebut sudah menyumbang 0,5 persen emisi karbon dunia, dan kebutuhan energi untuk menjaga operasional tetap stabil ikut menambah beban yang harus ditanggung.

Sebuah tim peneliti Cornell memperkirakan bahwa pada laju pertumbuhan AI saat ini, pusat data akan menghasilkan 24 hingga 44 juta metrik ton CO2 pada 2030. Angka itu setara dengan tambahan sekitar 5 juta hingga 10 juta mobil di jalan raya Amerika Serikat.

Ada pula studi yang menuai kontroversi dan menemukan bahwa pusat data berkaitan dengan suhu yang lebih tinggi hingga bermil-mil di sekitarnya. Temuan seperti ini membuat isu pendinginan tidak lagi sekadar urusan teknis, melainkan bagian dari tantangan yang lebih luas bagi industri digital.

Daniel Mewton, pakar infrastruktur energi dan partner di firma hukum Slaughter and May, mengatakan kepada Reuters dalam wawancara 2025 bahwa pemadaman penuh pusat data itu “extremely uncommon”. Ia juga menilai masalah pada sistem pendingin pusat data “even rarer”.

Mewton menambahkan bahwa layanan tertentu harus beroperasi di atas 99,99 persen waktu. Dalam konteks itu, insiden di Virginia utara menunjukkan betapa kecilnya gangguan di satu fasilitas dapat berimbas besar ketika sistem pendingin gagal mengimbangi panas dari beban kerja yang terus meningkat.

Bagi Amazon, kejadian ini menjadi pengingat bahwa keandalan pusat data tidak hanya bergantung pada kapasitas komputasi. Stabilitas pendinginan kini sama pentingnya agar layanan yang bertumpu pada AWS tidak ikut tersendat saat suhu di satu fasilitas naik terlalu tinggi.

Berita Terbaru