Qatar Amankan Tiket Piala Dunia 2026 Lewat Kualifikasi, Bukan Lagi Karena Status Tuan Rumah

Qatar memastikan diri ke Piala Dunia 2026 lewat jalur kualifikasi, sebuah capaian yang memberi makna berbeda dibanding edisi sebelumnya. Kali ini, mereka tidak datang sebagai tuan rumah, melainkan sebagai tim yang merebut tempatnya sendiri di lapangan.

Hasil itu membuat posisi Qatar terasa lebih kuat secara simbolis. Maroons kini ingin dikenal bukan hanya sebagai penyelenggara ajang besar, tetapi sebagai tim yang mampu lolos melalui persaingan nyata.

Perjalanan yang tidak selalu mulus

Langkah Qatar menuju putaran final tidak berlangsung mulus dari awal sampai akhir. Mereka sempat tampil meyakinkan dengan memuncaki klasemen grup pada putaran kedua setelah mengoleksi 16 poin dari lima kemenangan, satu hasil imbang, dan satu kekalahan.

Situasinya berubah pada putaran ketiga ketika Qatar kesulitan menjaga konsistensi. Mereka hanya finis di posisi keempat dan harus melanjutkan perjuangan ke putaran keempat.

Di fase berikutnya, Qatar mengumpulkan empat poin. Mereka bermain imbang melawan Oman, lalu menundukkan Uni Emirat Arab dengan skor 2-1 lewat gol Boualem Khoukhi dan Pedro Miguel pada babak kedua.

Peran Julen Lopetegui

Perubahan arah Qatar tidak lepas dari kehadiran Julen Lopetegui di kursi pelatih. Federasi menunjuknya pada Mei 2025, dan keputusan itu memberi warna baru dalam persiapan tim menuju Piala Dunia 2026.

Lopetegui datang dengan rekam jejak yang cukup kuat. Ia pernah membantu Spanyol melaju ke Piala Dunia 2018, bekerja bersama Carlo Ancelotti di Real Madrid, mengantar Sevilla meraih UEFA Europa League pada 2020, serta menangani Wolverhampton Wanderers dan West Ham United di Premier League.

Pengalaman itu ikut membantu Qatar tampil lebih solid. Tim ini juga disebut lebih cepat beradaptasi ketika memasuki fase kualifikasi.

Bayangan pengalaman pahit di kandang sendiri

Kualifikasi kali ini terasa kontras dengan pengalaman Qatar pada Piala Dunia 2022. Saat itu, mereka menjalani debut di panggung terbesar FIFA sebagai tuan rumah dan bermain di depan publik sendiri.

Qatar berada di Grup A bersama Belanda, Senegal, dan Ekuador. Hasilnya tidak sesuai harapan karena mereka menutup fase grup dengan tiga kekalahan beruntun dan finis sebagai juru kunci.

Mereka kalah 0-2 dari Ekuador pada laga pembuka. Setelah itu, Qatar tumbang 1-3 dari Senegal meski Mohammed Muntari sempat mencetak gol pada menit ke-78.

Pada laga terakhir, Qatar kembali gagal menghentikan Belanda. De Oranje menang 2-0 lewat gol Frenkie de Jong dan Cody Gakpo.

Menuju putaran final dengan identitas baru

Kegagalan di Piala Dunia 2022 tampaknya menjadi bahan evaluasi penting bagi Qatar. Setelah pengalaman itu, mereka membangun ulang kekuatan untuk menatap turnamen berikutnya dengan pendekatan yang berbeda.

Hasil kualifikasi Piala Dunia 2026 menunjukkan bahwa Qatar mampu menempuh jalur yang lebih kompetitif. Mereka tidak lagi bergantung pada status tuan rumah, melainkan mengamankan tiket lewat rangkaian laga yang menentukan.

Di putaran final nanti, Qatar akan berada di Grup B bersama Bosnia-Herzegovina, Swiss, dan Kanada. Komposisi grup itu akan menjadi ujian berikutnya untuk mengukur sejauh mana perkembangan Maroons setelah melalui proses kualifikasi yang penuh dinamika.

Bagi Qatar, keberhasilan ini menambah bobot cerita mereka di pentas dunia. Mereka kini datang ke Piala Dunia 2026 sebagai peserta yang lolos atas hasil kerja sendiri, bukan semata karena menjadi penyelenggara turnamen.

Source: bola.bisnis.com

Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow UsGoogle NewsFlipboard
Berita Terkait
Berita Terbaru
Populer