QRIS Di Depan Rumah Permudah Iuran Sampah 1.400 Warga Tamanmartani

Author: Redaksi Android62

Pengelolaan sampah di Desa Tamanmartani, Sleman, kini tidak hanya berjalan lewat truk pengangkut, tetapi juga lewat sistem pembayaran yang lebih praktis di depan rumah pelanggan. Sekitar 1.400 pelanggan unit usaha pengelolaan sampah BUMDes Tamanmartani dapat membayar iuran bulanan melalui QRIS BRI yang ditempel di rumah masing-masing.

Perubahan ini membuat warga tidak perlu lagi datang ke kantor BUMDes untuk menunaikan pembayaran. Sistem tersebut juga membantu pencatatan layanan menjadi lebih tertib karena transaksi berlangsung melalui kanal yang sudah disiapkan.

Layanan sampah milik BUMDes Tamanmartani berkembang melampaui kebutuhan internal desa. Jangkauannya kini mencakup wilayah sekitar seperti Berbah, Kalasan, dan Ngemplak.

Di luar warga desa, layanan ini juga menyasar pelanggan tertentu secara terbatas. Manager Pengelolaan Sampah BUMDes Tamanmartani, Yani Purwanto, menyebut fokusnya berada pada instansi atau pelanggan besar, termasuk puskesmas, PLN, dan kepolisian di kawasan sekitar.

Operasional pengangkutan dijalankan dengan dua truk. Sampah yang sudah diangkut kemudian dibawa ke tempat pengelolaan sampah atau TPS untuk dipilah lebih dulu.

Pemilahan dilakukan ke dalam tiga kelompok utama agar alur pengolahan tetap rapi. Kelompok itu terdiri dari botol atau barang yang masih bisa dijual, sisa makanan, serta kain bekas.

Barang yang masih bernilai jual dikumpulkan untuk diproses lebih lanjut. Sementara itu, sampah basah diserahkan ke TPST Terpadu Sleman untuk diolah, sedangkan kain bekas dan tulang belulang dibakar karena tidak masuk kategori yang bisa diproses kembali melalui skema penjualan.

Kemudahan pembayaran itu mulai terasa kuat setelah Desa Tamanmartani mendapat pengakuan sebagai Desa BRILian pada 2023. Program pemberdayaan desa dari BRI tersebut mendorong hadirnya sistem yang lebih praktis bagi pelanggan sampah.

Setiap rumah atau instansi pelanggan mendapat kode QRIS dari BRI yang ditempatkan di depan rumah. Dengan cara ini, pembayaran iuran bulanan bisa dilakukan lebih cepat tanpa proses manual yang merepotkan.

Selain QRIS, kantor BUMDes Tamanmartani juga berfungsi sebagai agen BRILink. Layanan itu berada di lokasi yang sama dengan kantor BUMDes sehingga warga bisa membayar sampah atau melakukan transaksi lain di satu tempat.

Di lokasi tersebut, warga juga dapat membayar unit bisnis lain seperti wifi. Tersedia pula transaksi tunai dan tarik tunai, sehingga kantor BUMDes menjadi lebih sering didatangi warga.

Yani mengatakan BRILink ikut membantu bisnis di area kantor BUMDes karena warga jadi lebih mengenal lokasi layanan tersebut. Aktivitas di satu titik membuat kantor BUMDes tidak hanya berfungsi administratif, tetapi juga operasional dan dekat dengan kebutuhan harian warga.

Unit usaha pengelolaan sampah kini juga menjadi salah satu penyumbang penting pendapatan asli Desa Tamanmartani. Dengan jumlah pelanggan yang terus bertambah, perkiraan pendapatan bulanan unit ini mencapai sekitar Rp90 juta.

Sekitar 1.000 pelanggan dikenakan tarif Rp25 ribu sesuai kebijakan lurah agar tidak membebani warga. Untuk pelanggan baru dan layanan tertentu di luar desa, tarif disesuaikan menjadi Rp40 ribu, Rp50 ribu untuk warung, hingga Rp100 ribu untuk kebutuhan lain yang diperbolehkan.

Model layanan itu membuat pengelolaan sampah tetap berjalan sambil menjaga keberlanjutan usaha desa. Pada saat yang sama, BUMDes memperoleh peran yang lebih luas sebagai penggerak ekonomi lokal.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru