Raffi Ahmad Bantah Isu Blueray Cargo, Foto Lama Dianggap Sudah Dipelintir

Author: Redaksi Android62

Raffi Ahmad menegaskan bahwa foto dirinya di depan kantor Blueray Cargo tidak berkaitan dengan tudingan pengiriman barang elektronik dari Amerika Serikat ke Indonesia. Ia menyebut narasi yang beredar di media sosial telah memelintir momen foto bersama menjadi dugaan yang merugikan namanya.

Klarifikasi itu disampaikan melalui sebuah video yang dibagikan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, di akun Instagram pribadinya pada Kamis, 11 Juni 2026. Dalam pernyataannya, Raffi membantah keras tudingan bahwa dirinya pernah menggunakan jasa Blueray Cargo untuk menitipkan barang ke Indonesia.

Awal Mula Foto Itu Muncul

Raffi menjelaskan, keberadaannya di sekitar Blueray Cargo terjadi secara tidak sengaja saat ia berada di Amerika Serikat. Saat itu, ia sedang berkunjung ke New York dan mampir ke restoran Awang Kitchen bersama sejumlah teman, termasuk Ariel dan Desta, untuk menghibur warga Indonesia di sana.

Setelah dari restoran, Raffi mengaku berjalan ke area yang berdekatan dengan toko kelontong Indonesia dan kantor Blueray Cargo. Di lokasi itu, seorang pegawai mengajak berfoto bersama tanpa ada pembicaraan soal pengiriman barang atau urusan lain yang dituduhkan.

Menurut Raffi, ia bahkan tidak mengenal orang yang mengajaknya berfoto. Karena itu, ia menilai foto tersebut kemudian dipelintir menjadi bahan tudingan yang beredar luas di ruang publik.

Tudingan yang Muncul dan Respons Hukum

Nama Raffi mulai ramai dibicarakan setelah muncul narasi yang menyebut dirinya mendatangi kantor Blueray Cargo untuk mengirim atau menitipkan barang elektronik dari Amerika Serikat ke Indonesia. Isu itu kemudian berkembang cepat dan ikut menyeret namanya ke dalam sorotan publik.

Raffi menolak seluruh tuduhan tersebut dan menyebut kabar itu merugikan dirinya. Untuk menghadapi tudingan yang beredar, ia mengambil langkah hukum dengan menunjuk Hotman Paris Hutapea sebagai kuasa hukum.

Hotman Paris Tantang Pihak Penuduh

Hotman Paris kemudian ikut memberikan pernyataan dan menantang pihak-pihak yang menuduh kliennya untuk datang dalam konferensi pers. Ia meminta agar tuduhan tidak berhenti pada spekulasi dan harus dibuktikan secara terbuka.

“Kalau konferensi pers, Hotman selalu menantang musuh-musuhnya datang,” ujar Hotman dalam pernyataannya. Ia juga menegaskan bahwa siapa pun yang merasa memiliki tuduhan perlu hadir dan membawa bukti secara langsung.

Dalam pernyataan itu, Hotman bahkan menyebut pihak-pihak yang selama ini melontarkan tudingan, termasuk seorang motivator yang disinggungnya, agar berani hadir dan berdebat langsung. Sikap tersebut ia tampilkan sebagai bentuk pembelaan terhadap Raffi sekaligus penegasan bahwa tuduhan tidak cukup hanya beredar di media sosial.

Isu Bea Cukai dan Dampak dari Foto Lama

Kasus ini menunjukkan bagaimana sebuah foto lama dapat memunculkan tafsir yang jauh dari konteks aslinya. Dalam kasus Raffi, potret sederhana saat diminta berfoto berubah menjadi narasi yang mengaitkannya dengan dugaan kasus di lingkungan Bea Cukai.

Di tengah ramainya perbincangan, klarifikasi dari Raffi menjadi penting untuk meluruskan konteks kejadian. Hingga pernyataannya disampaikan, Raffi tetap menegaskan bahwa dirinya tidak pernah melakukan seperti yang dituduhkan dalam narasi yang beredar.

“””

Source: www.medcom.id
Berita Terbaru