RAM Virtual di Android Bisa Membebani HP, Ponsel dengan RAM Besar Sebaiknya Dimatikan

Pada ponsel Android dengan RAM besar, fitur RAM virtual justru tidak selalu memberi keuntungan. Di perangkat dengan memori fisik 12GB atau lebih, pengaturan ini sering membuat kerja sistem terasa kurang gesit karena ponsel dipaksa memakai ruang penyimpanan yang jauh lebih lambat daripada RAM asli.

Masalah utamanya ada pada cara kerja RAM virtual. Sistem tidak menambah RAM fisik, melainkan mengambil sebagian penyimpanan internal untuk dijadikan ruang cadangan saat aplikasi butuh memori tambahan.

Karena storage internal bergerak lebih lambat dibanding RAM, perpindahan ke area virtual itu bisa membuat sistem bekerja lebih berat. Dampaknya, aplikasi bisa lebih lama terbuka, mengalami freeze, atau ditutup lebih agresif oleh sistem.

Saat ruang cadangan berubah jadi beban

Fitur ini memang tidak selalu merugikan semua pengguna. Pada ponsel dengan RAM terbatas, paging atau swap masih bisa membantu menjaga aplikasi tetap berjalan lebih stabil.

Namun, situasinya berbeda ketika RAM fisik sudah besar. Di kondisi seperti itu, sistem sebenarnya masih memiliki ruang memori yang cukup, tetapi tetap dipaksa memakai penyimpanan internal yang lebih lambat.

Akibatnya, pengalaman multitasking bisa terasa menurun. Ponsel juga dapat menjadi lebih panas saat dipakai, sementara baterai berpotensi lebih cepat terkuras karena proses baca-tulis yang terus berlangsung.

Nama fiturnya berbeda di tiap merek

Di Samsung Galaxy, fitur ini dikenal sebagai RAM Plus. Pada beberapa merek Android lain, namanya bisa Memory Extension atau RAM Extension.

Letak pengaturannya juga tidak selalu sama. Di Samsung, jalurnya ada di Settings, lalu Device Care, kemudian Memory, dan pilih RAM Plus.

Pada perangkat Android lain, menu serupa biasanya berada di bagian Performance atau Memory di Settings. Di sejumlah ponsel, pengaturan itu bahkan bisa tersembunyi di bawah About Phone.

Pilihan yang paling aman untuk dicoba

Sebagian perangkat menyediakan opsi untuk mematikan fitur ini sepenuhnya. Pada perangkat yang hanya memberi pilihan untuk mengecilkan kapasitas swap, angka terendah seperti 2GB menjadi opsi yang paling aman untuk diuji terlebih dahulu.

Setelah perubahan dilakukan, perangkat biasanya perlu di-restart agar setelan baru aktif. Sesudah reboot, total RAM yang ditampilkan bisa terlihat menurun karena fungsi swap sudah dimatikan.

Pada beberapa perangkat, perbedaan angka itu cukup besar. Tampilan bisa menunjukkan 24GB saat swap aktif, lalu turun menjadi 12GB setelah fitur dinonaktifkan.

Khusus Samsung, mekanismenya sedikit berbeda

RAM Plus pada perangkat Samsung bekerja dengan pendekatan yang tidak sama seperti swap pada kebanyakan ponsel Android lain. Sistem tetap membuat memori virtual, tetapi mekanismenya memakai zRAM, yaitu sebagian RAM yang dialokasikan untuk swap dengan prinsip kompresi.

Artinya, Samsung tidak memakai penyimpanan internal seperti banyak perangkat Android lain. Karena data dikompresi di RAM, fitur ini masih bisa membantu ponsel Samsung kelas bawah dengan kapasitas memori kecil.

Meski begitu, pada perangkat dengan RAM besar, pendekatan tersebut tetap dapat mengurangi ruang yang tersedia untuk aplikasi. Jika RAM Plus diatur 4GB pada ponsel dengan RAM fisik 8GB, sebagian memori bisa dialokasikan untuk zRAM.

Setelah pembaruan perangkat lunak, pengaturan ini juga perlu dicek ulang. Pada beberapa kasus, sistem bisa mengaktifkannya kembali secara otomatis, sehingga pengguna perlu memastikan setelan tetap sesuai kebutuhan perangkat.

Berita Terkait