Rasa Bersalah Bebi Romeo Usai Bambang Terseret Ombak, Tak Mau Tidur Terpisah

Bebi Romeo memilih tidak lagi tidur terpisah dari putra bungsunya, Muhammad Bambang Arr Ray Bach, setelah insiden terseret ombak saat liburan keluarga di Bali. Perubahan kebiasaan tersebut dipicu rasa bersalah yang masih kuat dirasakan musisi itu sebagai ayah.

Menurut Meisya Siregar, malam setelah peristiwa itu menjadi saat yang sangat berat bagi suaminya. Bebi yang sebelumnya biasa memiliki kamar terpisah dari anak-anak memutuskan untuk tetap berada dekat dengan Bambang.

Keputusan yang Muncul Setelah Insiden di Pantai

Meisya mengatakan Bebi belum ingin berpisah tidur dengan Bambang sejak kejadian tersebut. Sikap itu menunjukkan kekhawatiran Bebi yang masih tersisa setelah anaknya terseret ombak.

Peristiwa itu terjadi ketika keluarga mereka berlibur di Bali. Bebi merasa seharusnya ia berada lebih dekat dengan Bambang ketika sang anak bermain di area pantai.

Rasa penyesalan tersebut membuat Bebi berulang kali menyampaikan permintaan maaf kepada putranya. Meisya menirukan ucapan suaminya yang merasa gagal menjalankan peran sebagai pelindung anak.

“Bang, maafin Papa. Harusnya Papa yang ada di situ. Harusnya Papa yang narik Bambang, bukan orang lain,” kata Meisya menirukan perkataan Bebi kepada Bambang.

Belum Kuat Menyaksikan Rekaman

Beban emosional itu juga berpengaruh pada aktivitas Bebi di media sosial. Ia disebut belum siap melihat video yang berkaitan dengan Bambang setelah insiden tersebut.

Dalam laporan hot.detik.com, Meisya mengungkap respons Bebi ketika dihadapkan pada kemungkinan melihat rekaman kejadian. Bebi menilai dirinya masih belum mampu menerima perasaan bersalah yang muncul.

“Nggak usah, entar dulu ya. Aku masih belum kuat ngelihatnya. Aku masih ngerasa jadi bapak yang gagal, bapak yang bodoh,” ungkap Meisya mengenai respons suaminya.

Meisya menyampaikan keterangan itu saat hadir dalam program Studio Pagi-pagi Ambyar Trans TV di Mampang, Jakarta Selatan, Senin (20/7/2026). Ia menggambarkan perasaan Bebi pada malam kejadian sebagai kondisi yang sangat berkecamuk.

Meisya Memberi Ruang untuk Pulih

Meisya Siregar menilai proses menghadapi luka emosional tidak dapat dipercepat hanya dengan nasihat sederhana. Ia memilih mendampingi Bebi tanpa memaksanya segera menerima keadaan.

Menurut Meisya, setiap orang memiliki fase dan cara yang berbeda dalam memulihkan diri dari pengalaman yang mengguncang. Karena itu, ia memberi ruang bagi suaminya untuk melewati masa tersebut dengan caranya sendiri.

Bebi juga disebut belum bersedia menerima kolaborasi media sosial dengan Meisya. Keputusan itu berkaitan dengan kondisi emosionalnya yang belum mampu memaafkan diri sendiri.

Bagi Bebi, kejadian yang dialami Bambang berkaitan langsung dengan tanggung jawabnya sebagai kepala keluarga dan ayah. Pilihannya untuk terus dekat dengan sang putra menjadi bagian dari kekhawatiran yang masih ia rasakan setelah insiden di Bali.

Source: hot.detik.com
Berita Terkait