Rasio Klaim THT Asabri Masih Tembus 115,65%, Beban Terbesar Tetap dari Program Ini

Author: Redaksi Android62

Beban klaim terbesar PT Asabri (Persero) sepanjang 2025 masih datang dari program Tabungan Hari Tua (THT). Dari total 69.749 kejadian klaim yang dibayarkan, sebanyak 56.782 kejadian berasal dari THT, dan rasio klaimnya menembus 115,65%.

Angka itu menunjukkan tekanan pada program THT belum mereda, karena pendapatan premi masih berada di bawah beban klaim. Dalam RDP bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu (8/7/2026), Direktur Utama Asabri Jeffry Haryadi P. Manullang menyampaikan klaim THT mencapai Rp1,5 triliun, sementara preminya Rp1,3 triliun.

Tiga Program dengan Beban yang Berbeda

Jika THT masih menjadi sumber tekanan utama, dua program lain mencatat kondisi yang lebih terkendali. Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) membukukan 4.519 kejadian klaim, sedangkan Jaminan Kematian (JKM) mencapai 8.448 kejadian.

Perbandingan tiga program itu memperlihatkan bahwa beban klaim Asabri tidak merata. THT mencatat rasio klaim paling tinggi, sementara JKK dan JKM masih berada jauh di bawah 100%.

Program Kejadian Klaim Pendapatan Premi Rasio Klaim
THT 56.782 Rp1,3 triliun 115,65%
JKK 4.519 Rp232,49 miliar 42,88%
JKM 8.448 Rp303,73 miliar 55,27%

Untuk JKK, pendapatan premi tercatat Rp232,49 miliar dengan beban klaim Rp99,69 miliar. Pada JKM, pendapatan premi mencapai Rp303,73 miliar dan beban klaim Rp167,86 miliar.

Peserta Bertambah, tetapi Tidak Seagresif Target

Di tengah tekanan klaim, jumlah peserta Asabri tetap bertambah. Total peserta naik dari 1.479.707 menjadi 1.550.446, atau tumbuh 4,78%.

Meski ada kenaikan, laju pertumbuhan itu belum menyamai proyeksi perusahaan sebelumnya. Asabri sempat memperkirakan penambahan sekitar 750 batalion yang berpotensi menambah lebih dari 750.000 peserta, tetapi realisasi sepanjang 2025 belum seagresif perkiraan tersebut.

Dari total 1.550.446 peserta, sebanyak 1.050.276 merupakan peserta aktif dan 500.170 adalah peserta pensiun. Di kedua kelompok itu, TNI AD menempati posisi terbesar, yakni 417.660 peserta aktif dan 250.338 peserta pensiun.

Margin Underwriting Masih Tertekan

Jeffry juga menyebut underwriting margin THT pada 2025 masih minus 43,57%. Kondisi itu menegaskan bahwa beban asuransi masih lebih besar daripada pendapatan yang masuk dari premi.

Tekanan tersebut membuat keseimbangan operasional Asabri tetap menjadi perhatian, terutama karena manfaat pensiun terus berjalan dalam skala besar. Selama 2025, perusahaan menyalurkan dana pensiun sebesar Rp20,46 triliun, naik 3,29% secara tahunan dari Rp19,81 triliun pada 2024.

Asabri menyebut 96,30% komitmen kinerja penyaluran pensiun dilakukan kepada Kementerian Keuangan sesuai surat Dirjen Perbendaharaan tertanggal 20 Februari 2026. Di saat beban klaim THT masih melampaui premi, arus pembayaran pensiun tetap menjadi kewajiban besar yang harus dijaga perusahaan.

Source: finansial.bisnis.com
Berita Terbaru