<pRisiko paling mematikan dalam benturan semacam ini bukan berasal dari kecepatan mobil, melainkan dari struktur truk atau trailer yang dapat membuat bagian depan kendaraan penumpang menyelip ke bawah kolong. Dalam skenario underrun crash, kabin bisa menerima hantaman langsung sebelum sistem keselamatan utama sempat bekerja maksimal.
Euro NCAP menilai ancaman itu tetap serius meski sebuah mobil sudah mengantongi rating keselamatan tertinggi. Temuan lembaga ini menyebut sekitar 400 orang meninggal setiap tahun akibat insiden ketika mobil masuk ke bawah truk atau trailer.
Kenapa perlindungan mobil bisa tidak cukup
Pada kondisi underrun crash, crumple zone tidak sempat menjalankan fungsi idealnya karena bagian belakang trailer melewati area pelindung depan mobil. Akibatnya, energi benturan tidak terserap dengan baik dan risiko cedera fatal pada kepala serta leher meningkat tajam.
Uji tabrak Euro NCAP terhadap mobil listrik bersertifikat keamanan tertinggi menunjukkan persoalan yang sama. Bagian belakang trailer kerap melewati zona perlindungan depan, sehingga struktur keselamatan utama tidak mampu meredam benturan seperti yang diharapkan.
| Temuan Utama | Dampak | Keterangan |
|---|---|---|
| Underrun crash | Risiko fatal tinggi | Mobil menyelip ke bawah kolong truk atau trailer |
| Crumple zone terlewati | Energi benturan tidak terserap optimal | Benturan langsung mengenai area kabin |
| ADAS generasi lama | Keterbatasan deteksi | Masih lemah mengenali objek diam seperti truk berhenti |
Desakan standar baru untuk kendaraan berat
Untuk menekan risiko tersebut, Euro NCAP mendesak standarisasi global TOUGHGUARD pada pelindung belakang truk. Standar ini dinilai lebih kokoh dan dapat membantu mencegah mobil menyelip ke kolong trailer.
Lembaga keselamatan itu juga meminta produsen trailer memperkuat desain kendaraan mereka sebelum regulasi baru diterapkan sepenuhnya. Menurut Euro NCAP, keselamatan di jalan raya tidak hanya bergantung pada kecanggihan mobil penumpang, tetapi juga pada kekuatan kendaraan besar di sekitarnya.
Ancaman ini relevan bagi pengemudi di kota-kota besar Indonesia yang kerap berbagi jalur dengan kendaraan logistik berat. Mobil berbintang lima tetap dapat berada dalam bahaya serius jika perlindungan pada truk di depannya tidak memenuhi standar yang memadai.
Source: www.suara.com






