Air dari bendungan harus benar-benar sampai ke petani. Pesan itu kembali ditegaskan Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan lima bendungan, termasuk Bendungan Sidan di Bali dan Bendungan Keureuto di Aceh yang dibangun tuntas oleh PT Brantas Abipraya (Persero).
Presiden menekankan bahwa petani adalah produsen pangan, sehingga aliran air dari infrastruktur tersebut tidak boleh berhenti di bangunan fisiknya saja. “Pastikan bahwa air yang dibutuhkan petani sampai kepada petani. Para petani adalah produsen pangan. Tanpa pangan tidak ada negara,” tegas Presiden.
Peresmian itu sekaligus menegaskan posisi bendungan sebagai fondasi ketahanan pangan dan ketahanan air nasional. Bagi Brantas Abipraya, kehadiran Sidan dan Keureuto menjadi bukti bahwa proyek infrastruktur air memiliki dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.
Kontribusi untuk Asta Cita dan kebutuhan wilayah
Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya, Dian Sovana, menyebut kedua bendungan tersebut sebagai wujud kontribusi perusahaan dalam mendukung Asta Cita Pemerintah. Menurut dia, manfaat utama bendungan terletak pada penguatan ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air nasional.
Dian juga menjelaskan bahwa bendungan tidak hanya berguna untuk pertanian. Infrastruktur ini turut menyediakan air baku, membantu pengendalian banjir, dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
“Peresmian Bendungan Sidan dan Bendungan Keureuto merupakan wujud nyata kontribusi Brantas Abipraya dalam mendukung Asta Cita Pemerintah, khususnya dalam memperkuat ketahanan pangan dan pengelolaan sumber daya air nasional,” ujar Dian Sovana.
Rincian manfaat Bendungan Sidan dan Keureuto
Bendungan Sidan di Bali dibangun untuk memperkuat pasokan air bersih dan energi bersih. Bendungan setinggi 68 meter ini memiliki kapasitas 5,76 juta m³ dan ditargetkan menyalurkan air baku sebesar 1,75 m³/s.
| Bendungan | Fungsi Utama | Data Penting | Manfaat Tambahan |
|---|---|---|---|
| Sidan | Air baku, irigasi, pengendalian banjir | 68 meter; kapasitas 5,76 juta m³ | Energi 8,08 MW |
| Keureuto | Air pertanian, air baku, pengendalian banjir | Mereduksi banjir 627 Ha; air baku 650 liter/detik | PLTS Apung 179 MW; PLTA 6,3 MW |
Bendungan ini juga melayani irigasi seluas 9.598 hektare melalui jaringan sepanjang 123,19 km. Selain itu, Sidan mampu mereduksi banjir untuk area 108 hektare dan memiliki potensi pembangkit energi sebesar 8,08 MW.
Di Aceh, Bendungan Keureuto menjadi infrastruktur vital bagi wilayah pertanian di Aceh Utara dan sekitarnya. Bendungan ini dirancang untuk menjamin ketersediaan air bagi lahan pertanian dan meningkatkan produktivitas sektor pertanian.
Keureuto juga mampu mereduksi banjir seluas 627 hektare. Untuk air baku, bendungan ini menyediakan 650 liter per detik bagi Kec. Paya Bakong, Kec. Tanah Luas, Kec. Pirak Timu, Kec. Matang Kuli, dan Kec. Lhoksukon di Kabupaten Aceh Utara.
Selain fungsi air, Keureuto memiliki potensi energi melalui PLTS Apung berkapasitas 179 MW dan PLTA sebesar 6,3 MW. Kombinasi fungsi itu membuat bendungan ini diposisikan sebagai penopang ketahanan air dan pangan daerah.
Komitmen Brantas Abipraya di proyek strategis nasional
Brantas Abipraya menyebut seluruh pekerjaan dilakukan dengan mengedepankan kualitas, keselamatan kerja, dan ketepatan mutu. Sebagai kontraktor pelaksana, perusahaan ingin memastikan bendungan yang dibangun memberi manfaat optimal bagi masyarakat.
Perusahaan juga menegaskan pengalaman lebih dari empat dekade menjadi modal penting dalam mengerjakan proyek strategis nasional. Selain bidang sumber daya air, Brantas Abipraya selama ini dipercaya menggarap jalan dan jembatan, gedung, pelabuhan, hingga infrastruktur lainnya.
Melalui Sidan dan Keureuto, Brantas Abipraya kembali menempatkan infrastruktur sebagai fondasi Indonesia yang tangguh dan berdaya saing. Fokus itu juga diarahkan untuk mendukung target swasembada pangan menuju Indonesia Emas 2045.
Source: www.viva.co.id






