Ratusan siswa dari berbagai jenjang pendidikan mengikuti Lomba Koding Piala Surya Paloh dalam rangka Refleksi 20 Tahun Sekolah Sukma Bangsa. Ajang ini menjadi ruang baru bagi pelajar untuk mengasah kreativitas digital dan cara berpikir komputasional di tengah peringatan dua dekade lembaga pendidikan tersebut.
Kompetisi itu digelar secara daring melalui Zoom, sehingga peserta dari Aceh hingga Sulawesi Tengah dapat ikut tanpa harus hadir di lokasi penyelenggaraan. Dengan format tersebut, lomba ini menjangkau lebih banyak siswa dari berbagai sekolah dan memperluas partisipasi di luar daerah penyelenggara.
Pendaftaran Masih Dibuka untuk SMP dan SMA
Tenaga pengajar sekaligus pengelola situs resmi Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Afrizal, mengatakan minat peserta terus bertambah sejak pendaftaran dibuka secara daring. Pendaftaran untuk ajang ini masih dibuka hingga 27 Juli 2026.
Menurut Afrizal, lomba kreativitas digital tingkat SD sudah selesai digelar pada Selasa (15/7). Sementara itu, lomba koding tingkat SMP dijadwalkan pada 17 Juli dan tingkat SMA pada 18 Juli.
| Jenjang | Agenda | Status Pendaftaran |
|---|---|---|
| SD | Lomba kreativitas digital, Selasa (15/7) | Sudah selesai |
| SMP | Lomba koding, 17 Juli | Masih dibuka |
| SMA | Lomba koding, 18 Juli | Masih dibuka |
Penyerahan Piala Surya Paloh akan dilakukan secara terpisah kepada masing-masing pemenang. Afrizal juga mengajak siswa jenjang SMP dan SMA untuk segera mendaftar selama periode pendaftaran masih terbuka.
Teknologi Diposisikan sebagai Bagian dari Perayaan 20 Tahun
Direktur Sekolah Sukma Bangsa Pidie, Marthunis Bukhari, menilai peringatan 20 tahun sekolah bukan hanya momentum refleksi perjalanan lembaga pendidikan itu. Menurut dia, perayaan tersebut juga harus menjadi dorongan untuk memperkuat penguasaan teknologi di kalangan peserta didik.
Marthunis menyebut Lomba Koding Piala Surya Paloh sebagai wadah untuk melatih kemampuan berpikir komputasional dan meningkatkan kreativitas di era digital. Ia menegaskan bahwa refleksi 20 tahun Sekolah Sukma Bangsa tidak berhenti pada aspek sosial dan perdamaian saja.
Kolaborasi dengan Leva Foundation, Afrika Selatan, telah terjalin selama lima tahun terakhir. Dari kerja sama itu, kedua lembaga mengembangkan program Unplugged Tangible Coding, yakni metode pembelajaran pemrograman kreatif yang tidak sepenuhnya bergantung pada perangkat digital sehingga lebih mudah dipahami siswa.
Dua Dekade yang Dianggap Menandai Fase Baru
Direktur Kerja Sama Antarlembaga Yayasan Sukma, Victor Yasadhana, menilai usia 20 tahun menjadi penanda fase baru bagi Sekolah Sukma Bangsa. Ia mengatakan tantangan dan pencapaian baru akan terus hadir dalam perjalanan pendidikan lembaga tersebut.
Victor menegaskan pendidikan di Sekolah Sukma Bangsa tidak hanya mengejar angka. Ia menyebut sekolah itu ingin memastikan karakter positif terus tumbuh, dengan tetap menjaga semangat keislaman dan keindonesiaan.
Melalui penyelenggaraan Lomba Koding Piala Surya Paloh, Sekolah Sukma Bangsa berharap lebih banyak pelajar tertarik mengembangkan kemampuan di bidang teknologi informasi. Ajang ini juga diarahkan untuk memperkuat kolaborasi antarsekolah dalam menghadapi tantangan era digital.
Source: mediaindonesia.com






