Real Madrid datang ke El Clasico dengan beban yang jauh lebih berat dibanding Barcelona. Selain tertinggal 11 poin, situasi di ruang ganti juga sedang tidak ideal, sehingga laga di Spotify Camp Nou terasa seperti ujian terakhir bagi ambisi mereka musim ini.
Barcelona justru berada di titik paling menguntungkan. Tim asuhan Hansi Flick hanya membutuhkan satu poin untuk mengunci gelar Liga Spanyol, dan mereka masuk ke laga ini dengan modal performa yang sangat stabil di kandang maupun di kompetisi secara keseluruhan.
Keunggulan Barcelona terlihat jelas dari angka di klasemen. Mereka mengoleksi 88 poin dari 29 kemenangan, 1 imbang, dan 4 kekalahan dalam 34 pertandingan, lalu memperpanjang laju menjadi 10 kemenangan beruntun di Liga Spanyol.
Catatan kandang juga memperkuat posisi Blaugrana. Barcelona belum tersentuh kekalahan di rumah sendiri dan sedang membukukan 17 kemenangan beruntun di Liga Spanyol musim ini.
Kondisi itu membuat kepercayaan diri tuan rumah berada di level tinggi. Kemenangan 2-1 atas Osasuna pada laga terakhir juga menjaga ritme permainan mereka tetap terjaga menjelang duel besar ini.
Di kubu seberang, Madrid tidak hanya menghadapi tekanan dari papan klasemen. Mereka kini berada di posisi kedua dan masih memiliki empat laga tersisa, tetapi kegagalan menang di Camp Nou akan memastikan mereka menutup musim tanpa trofi.
Masalah internal turut memperberat keadaan tim tamu. Ruang ganti Madrid disebut memanas setelah insiden keributan antara Federico Valverde dan Aurelien Tchouameni, sementara kepercayaan terhadap pelatih Alvaro Arbeloa juga dilaporkan menurun.
Sejumlah pemain bahkan dikabarkan menyuarakan protes. Situasi tersebut membuat atmosfer Madrid terlihat jauh dari ideal saat mereka justru membutuhkan ketenangan untuk menahan laju Barcelona.
Meski begitu, Madrid tetap membawa beberapa modal yang tidak bisa diabaikan. Mereka tidak kalah dalam 7 dari 8 laga terakhir di Liga Spanyol dan baru saja menang 2-0 atas Espanyol pada pekan sebelumnya.
Riwayat pertemuan juga memberi warna tersendiri untuk El Clasico kali ini. Barcelona memenangkan 4 dari 5 duel terakhir melawan Madrid, termasuk kemenangan 3-2 di final Piala Super Spanyol pada Januari lalu.
Lima pertemuan terbaru kedua tim menunjukkan laga yang ketat dan produktif. Kedua kubu sama-sama pernah saling mengalahkan, tetapi Barcelona terlihat lebih konsisten ketika pertandingan memasuki fase penentu.
Dari sisi pemain, Barcelona harus bermain tanpa Lamine Yamal yang cedera hamstring. Andreas Christensen sudah kembali berlatih setelah pulih dari cedera lutut, sedangkan Dani Olmo diparkir untuk laga ini.
Marcus Rashford dan Robert Lewandowski berpeluang tampil sejak awal. Raphinha juga mulai pulih dari cedera hamstring, namun besar kemungkinan baru masuk dari bangku cadangan.
Madrid juga tidak datang dengan skuad penuh. Federico Valverde absen karena cedera kepala, sementara Rodrygo, Arda Guler, Eder Militao, Dani Carvajal, dan Ferland Mendy masih berada di ruang perawatan.
Kylian Mbappe dan Thibaut Courtois siap menjadi starter untuk Madrid. Vinicius Junior diperkirakan menjadi ancaman utama, dengan Eduardo Camavinga dan Aurelien Tchouameni kembali diandalkan di lini tengah.
Barcelona diprediksi memakai formasi 4-2-3-1 dengan Joan Garcia di bawah mistar. Lini belakang bisa diisi Jules Kounde, Pau Cubarsi, Gerard Martin, dan Joao Cancelo, sementara Eric Garcia dan Pedri berpeluang mengatur tempo dari tengah.
Di depan, Marcus Rashford, Gavi, dan Fermin Lopez bisa menopang Robert Lewandowski. Madrid sendiri diperkirakan turun dengan skema 4-3-1-2, dengan Thibaut Courtois di belakang Trent Alexander-Arnold, Antonio Rudiger, Dean Huijsen, dan Fran Garcia, lalu Jude Bellingham berada di belakang duet Vinicius Junior dan Kylian Mbappe.
Source: bola.bisnis.com






