Lonjakan harga ponsel kini tidak hanya terasa pada satu merek, melainkan merambat ke Nothing, OnePlus, Xiaomi, dan Realme sekaligus. Di India, perubahan banderol itu sudah muncul di situs resmi masing-masing merek dan langsung menyentuh banyak model populer.
Dampaknya cukup luas karena kenaikan tidak terbatas pada kelas tertentu saja. Mulai dari model entry-level sampai kelas menengah premium, harga baru sudah tercantum dan membuat calon pembeli perlu menghitung ulang waktu terbaik untuk membeli.
Realme kena paling banyak model
Di antara empat merek tersebut, Realme menjadi yang paling banyak terdampak dari sisi jumlah perangkat. Ada enam model yang mengalami kenaikan, dan setiap varian penyimpanan disebut naik Rs 1,000.
Keenam model itu adalah Realme C71 4G, Realme 15x 5G, Realme 15T 5G, Realme C85 5G, Realme 16 Pro 5G, dan Realme 16 Pro+ 5G. Harga awal baru untuk perangkat-perangkat itu kini berada di kisaran Rs 11,999 sampai Rs 44,999, tergantung modelnya.
Nothing dan OnePlus ikut menyesuaikan harga
Nothing juga melakukan revisi harga pada beberapa model utamanya. Phone (3a) Lite kini dibanderol mulai Rs 27,999, naik dari Rs 24,999, sementara varian 256GB dipasang di Rs 29,999.
Perubahan juga terjadi pada Phone (4a). Varian 8GB + 128GB kini tercantum di Rs 34,999, sedangkan versi 12GB + 256GB berada di Rs 40,999.
Kenaikan paling besar di lini Nothing terlihat pada Phone (4a) Pro. Model itu sekarang dijual mulai Rs 44,999 hingga Rs 50,999, tergantung varian yang dipilih.
OnePlus pun tidak luput dari penyesuaian. OnePlus 15 varian 12GB + 256GB naik dari Rs 72,999 menjadi Rs 77,999, sedangkan varian 16GB + 512GB bergerak dari Rs 79,999 ke Rs 85,999.
Untuk OnePlus 15R, harga barunya lebih mahal Rs 2,500 dan kini mulai Rs 52,999. Perubahan ini memperlihatkan bahwa seri terbaru OnePlus ikut terdorong naik bersama merek lain.
Xiaomi lewat Redmi Note 15 Pro juga ikut naik
Xiaomi mengikuti tren serupa melalui seri Redmi Note 15 Pro. Di Mi.com, Redmi Note 15 Pro kini dibuka di Rs 31,999, sedangkan Redmi Note 15 Pro+ berada di Rs 39,999.
Tipster Sanju Choudhary menyebut beberapa varian kelas atas di seri itu bahkan naik hingga Rs 2,000. Artinya, kenaikan tidak hanya menekan model dasar, tetapi juga varian dengan spesifikasi lebih tinggi.
Sinyal penyebabnya mengarah ke biaya komponen
Sampai sekarang belum ada penjelasan resmi dari perusahaan-perusahaan terkait soal alasan perubahan harga ini. Meski begitu, arah penyebab yang paling sering muncul adalah naiknya biaya komponen, terutama memori dan chipset.
Sebuah tangkapan layar email yang diklaim berasal dari Realme kepada mitranya juga menyebut lonjakan harga memori dan chipset sebagai alasan revisi harga jual. Jika informasi itu akurat, maka tekanan biaya memang sedang dirasakan lintas merek, bukan hanya pada satu lini produk.
Sinyal serupa pernah disampaikan Carl Pei, CEO Nothing. Ia sempat mengingatkan bahwa merek ponsel bisa dihadapkan pada dua pilihan, yaitu menaikkan harga atau menurunkan spesifikasi, karena model bisnis dengan spek lebih tinggi dan harga lebih rendah makin sulit dipertahankan.
Pei juga menyebut ada kemungkinan harga perangkat tertentu naik hingga 30 persen atau lebih. Ia menyoroti biaya memori yang terus melonjak, bahkan memperkirakan modul yang sebelumnya di bawah $20 dapat melewati $100 untuk model kelas atas pada akhir tahun.
Bagi pembeli, perubahan ini membuat waktu pembelian jadi semakin penting. Harga resmi yang sudah diperbarui di situs masing-masing merek menunjukkan kenaikan tersebut telah berlaku, sehingga mereka yang masih menunggu perlu lebih cermat memantau promo, diskon, atau penawaran bank untuk menekan selisih harga.
Source: www.indiatoday.in