Refleksi Matahari dari Orbit, Rencana Ambisius Reflect Orbital Picu Kekhawatiran Baru

Author: Redaksi Android62

Reflect Orbital tengah menyiapkan proyek yang berpotensi mengubah cara manusia memandang langit malam. Startup ini sudah mengantongi izin dari pemerintah Amerika Serikat untuk meluncurkan konstelasi satelit cermin raksasa ke orbit, dengan misi demonstrasi awal bernama Eärendil-1.

Komisi Komunikasi Federal AS atau FCC telah memberi lisensi untuk satelit tersebut, dan peluncurannya dijadwalkan berlangsung tahun ini. Jika tahap awal berjalan mulus, proyek ini menjadi pintu masuk menuju jaringan satelit yang jauh lebih besar di masa depan.

Langkah Awal dengan Eärendil-1

Satelit demonstrasi pertama itu akan memakai permukaan reflektif sepanjang 18 meter untuk memantulkan sinar Matahari ke area tertentu di Bumi. Reflect Orbital menjadikan misi ini sebagai uji coba awal sebelum membangun sistem yang lebih luas dan lebih kompleks.

Perusahaan menyebut target jangka panjangnya sangat besar. Mereka ingin mengoperasikan lebih dari 50.000 satelit cermin secara bertahap hingga 2035 untuk memperluas cakupan pantulan cahaya.

Dalam skenario yang dipaparkan perusahaan, konstelasi itu diklaim mampu menerangi area hingga 5 kilometer persegi di Bumi. Skala tersebut dinilai cukup untuk membuka berbagai kemungkinan pemakaian di sejumlah sektor.

Proyek Detail Utama Potensi Pemakaian
Eärendil-1 Permukaan reflektif 18 meter, satelit demonstrasi pertama Memantulkan sinar Matahari ke area tertentu di Bumi
Konstelasi lanjutan Lebih dari 50.000 satelit cermin hingga 2035 Menjangkau area hingga 5 kilometer persegi

Reflect Orbital menilai teknologinya dapat berguna untuk agrikultur, penyelamatan korban bencana, dan pembangkit listrik tenaga surya. Dalam pernyataannya di situs resmi, perusahaan menulis, “Bayangkan kemungkinan tak terbatas ketika sinar Matahari tidan dibatasi geografi atau waktu di siang hari.”

Perusahaan juga memaparkan penggunaan yang lebih praktis untuk kebutuhan sehari-hari. Tim pencarian dan penyelamatan disebut bisa menemukan orang hilang dalam hitungan menit, kota dapat memperoleh penerangan jalan yang lebih merata tanpa emisi karbon, dan proyek konstruksi berpeluang selesai lebih cepat karena kru dapat bekerja sepanjang malam dengan aman.

Kekhawatiran dari Kalangan Ilmuwan

Di sisi lain, rencana ini langsung memunculkan keberatan dari peneliti dan astronom. Mereka menyoroti kemungkinan perubahan pada langit malam serta risiko satelit mati mencemari atmosfer Bumi dengan logam berat.

Kekhawatiran lain datang dari potensi polusi cahaya baru yang dapat mengganggu hewan liar yang bergantung pada siklus cahaya alami. Ada pula sorotan mengenai kemungkinan pantulan cahaya mengganggu pandangan pilot pesawat terbang.

Reflect Orbital menegaskan bahwa pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin mengurangi dampak tersebut. Perusahaan menyebut sinar Matahari yang dipantulkan tidak cukup terang untuk menyebabkan kebakaran atau merusak mata.

Dalam penjelasan keselamatannya, Reflect Orbital menyebut tiga lapisan perlindungan. Sinar akan difokuskan ke satu titik, bisa dimatikan cepat kapan saja sebelum mencapai Bumi, dan secara sengaja akan menghindari area sensitif seperti observatorium penelitian atau habitat yang dilindungi.

Dengan izin awal dari FCC dan ambisi membangun konstelasi dalam jumlah besar, proyek ini kini masuk fase yang akan mendapat perhatian ketat dari ilmuwan, astronom, dan publik. Yang masih menjadi pertanyaan adalah sejauh mana pantulan buatan dari orbit itu benar-benar bisa berguna tanpa menimbulkan dampak baru bagi Bumi dan langit malam.

Berita Terbaru