Rekam Medis Terpusat Bikin Layanan RS PMI Bogor Melesat, Antrean Jadi Lebih Singkat

Author: Redaksi Android62

RS PMI Bogor makin dekat dengan layanan rumah sakit yang serba terhubung berkat penerapan sistem informasi manajemen rumah sakit teraMedik. Sistem ini membuat pendaftaran, rekam medis elektronik, hingga koordinasi antarunit berjalan dalam satu alur digital yang lebih cepat dan rapi.

Dampaknya terasa langsung pada cara rumah sakit bekerja. Proses yang sebelumnya bertumpu pada banyak tahapan manual kini bergerak lebih singkat, sementara tenaga medis bisa mengakses data pasien secara real-time untuk membantu pengambilan keputusan klinis.

Perubahan besar itu tidak hadir secara tiba-tiba. RS PMI Bogor mulai berkolaborasi dengan PT Terakorp Indonesia sejak 2022, lalu menjadikan sistem digital tersebut sebagai tulang punggung operasional rumah sakit. Seluruh unit layanan kini terhubung dalam satu ekosistem agar data tidak tercecer di banyak titik.

IT Manager RS PMI Bogor, dr. Arief Nugraha, menilai kecepatan pelayanan menjadi perubahan yang paling terasa. Ia menjelaskan bahwa pendaftaran sudah terdigitalisasi dan rekam medis elektronik terpusat membantu tenaga medis mengambil keputusan dengan lebih akurat.

Integrasi sistem juga menjangkau rawat jalan, rawat inap, farmasi, dan penunjang medis. Permintaan pemeriksaan serta peresepan obat dilakukan secara elektronik, sehingga komunikasi antarpetugas menjadi lebih singkat dan risiko kesalahan bisa ditekan.

Bagi pasien, manfaatnya terlihat pada layanan yang lebih cepat, akurat, dan konsisten. Alur yang lebih terhubung membuat mereka tidak lagi menghadapi proses administrasi yang berlapis seperti sebelumnya.

Bagi manajemen rumah sakit, data yang tersentralisasi memberi alur kerja internal yang lebih transparan dan terstruktur. Kondisi ini juga membantu proses klaim BPJS menjadi lebih tertata karena informasi pasien dapat diakses tanpa menunggu rangkaian administrasi yang panjang.

Di sisi lain, pengembangan sistem digital ini tetap harus mengikuti standar regulator. Dr. Arief menegaskan bahwa pengelolaan layanan harus selaras dengan aturan BPJS dan Kementerian Kesehatan.

Arah pengembangan berikutnya juga sudah mulai disiapkan. Teknologi analitik dan kecerdasan buatan atau AI disiapkan untuk mendukung pengambilan keputusan klinis sekaligus membaca kebutuhan layanan di masa depan.

Direktur Marketing PT Terakorp Indonesia, Muhamad Epi Jarnel, mengatakan pengembangan sistem difokuskan untuk memperkuat konsep smart hospital secara menyeluruh. Ia juga menegaskan keamanan data pasien tetap dijaga sesuai peraturan yang berlaku.

Perubahan di RS PMI Bogor menunjukkan bahwa digitalisasi kini menjadi bagian penting dari cara rumah sakit melayani pasien. Sistem yang saling terhubung membuat layanan bergerak lebih efisien, lebih terukur, dan lebih berbasis data.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru