Wuling Almaz RS Pro Hybrid membawa keunggulan paling tegas pada output motor listrik, dengan tenaga 174 hp dan torsi 320 Nm. Angka tersebut lebih tinggi dibanding Mitsubishi XForce Hybrid yang mengandalkan motor listrik 116 PS dan torsi 255 Nm.
Perbedaan itu membuat persaingan SUV hybrid di rentang harga Rp400 jutaan tidak hanya berkutat pada harga. Almaz RS Pro Hybrid mengarah kepada kebutuhan tenaga lebih besar, sementara XForce Hybrid menawarkan mesin lebih ringkas untuk pemakaian harian.
Kedua model memakai sistem penggerak roda depan atau FWD serta mesin bensin berkarakter Atkinson Cycle. Namun, kapasitas mesin, baterai, dan sistem penyaluran tenaganya memperlihatkan pendekatan hybrid yang berbeda.
Motor Listrik Menjadi Pembeda Utama
Wuling memasangkan mesin bensin 2.0 liter Atkinson Cycle berkapasitas 1.999 cc pada Almaz RS Pro Hybrid. Mesin tersebut menghasilkan 123 hp dan torsi 168 Nm, lalu bekerja bersama motor listrik yang lebih besar.
Bekal motor listrik 174 hp dan 320 Nm membuat Almaz RS Pro Hybrid memiliki angka penggerak yang dominan di atas kertas. Sistem ini menyalurkan tenaga melalui Dedicated Hybrid Transmission atau DHT.
Mitsubishi XForce Hybrid menggunakan mesin 1.6 liter MIVEC Atkinson berkapasitas 1.590 cc. Mesin bensinnya menghasilkan 105 PS dan torsi 134 Nm, dengan motor listrik 116 PS serta 255 Nm.
Output XForce Hybrid memang lebih rendah, tetapi kapasitas mesinnya yang lebih kecil membuka potensi efisiensi untuk penggunaan sehari-hari. Mitsubishi membekali model ini dengan sistem e:Motion Hybrid dan Hybrid Transaxle.
| Komponen | Wuling Almaz RS Pro Hybrid | Mitsubishi XForce Hybrid |
|---|---|---|
| Mesin | 2.0L Atkinson | 1.6L MIVEC Atkinson |
| Kapasitas mesin | 1.999 cc | 1.590 cc |
| Tenaga mesin | 123 hp | 105 PS |
| Torsi mesin | 168 Nm | 134 Nm |
| Tenaga motor listrik | 174 hp | 116 PS |
| Torsi motor listrik | 320 Nm | 255 Nm |
Baterai dan Sistem Hybrid
Almaz RS Pro Hybrid memakai baterai lithium-ion berkapasitas 1,8 kWh. Kapasitas ini lebih besar daripada baterai lithium-ion 1,1 kWh yang digunakan XForce Hybrid.
Perbedaan ukuran baterai tersebut sejalan dengan karakter masing-masing kendaraan. Wuling menempatkan output tenaga dan torsi sebagai daya tarik utama, sedangkan Mitsubishi menonjolkan sistem hybrid generasi terbaru serta efisiensi.
Menurut data model yang tercantum di moladin.com, Mitsubishi XForce berada pada rentang harga Rp388 juta hingga Rp471,5 juta. Wuling New Almaz RS berada di kisaran Rp388,5 juta sampai Rp439,2 juta.
Rentang harga itu membuat kedua SUV bersinggungan langsung di pasar yang sama. Karena itu, keputusan pembelian dapat ditentukan oleh kebutuhan kabin, kelengkapan fitur, karakter berkendara, dan preferensi terhadap sistem hybrid.
Pilihan untuk Dua Kebutuhan Berbeda
Almaz RS Pro Hybrid dapat menjadi pertimbangan bagi konsumen yang mengutamakan kabin luas, kelengkapan fitur, serta tenaga motor listrik lebih besar. Torsi 320 Nm menjadi bekal yang menonjol dalam perbandingan ini.
XForce Hybrid menawarkan arah berbeda bagi pengguna yang melihat mesin lebih kecil sebagai nilai tambah. Sistem e:Motion Hybrid, Hybrid Transaxle, dan fokus pada efisiensi menjadi faktor yang membedakannya dari rival Wuling.
