Apple menutup kuartal kedua fiskal 2026 dengan pendapatan USD111,2 miliar atau sekitar Rp1.924 triliun. Capaian itu naik 17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya dan menandai salah satu hasil terkuat perusahaan dalam beberapa waktu terakhir.
Di balik angka besar tersebut, Indonesia ikut muncul sebagai salah satu pasar yang paling penting dalam peta pertumbuhan Apple. Bersama India, Indonesia disebut memberi kontribusi pertumbuhan dua digit yang membantu mengangkat kinerja perusahaan ke level baru.
CEO Tim Cook menyebut kuartal Maret ini sebagai capaian terbaik Apple. Ia menegaskan bahwa pertumbuhan dua digit terjadi merata di seluruh segmen geografis operasional perusahaan, sehingga dorongan bisnis tidak hanya datang dari satu wilayah saja.
Chief Financial Officer Apple, Kevan Parekh, juga menyoroti peran pasar negara berkembang dalam hasil terbaru itu. Ia secara khusus menyebut India dan Indonesia sebagai pasar yang mencatat pertumbuhan dua digit, yang menunjukkan semakin kuatnya basis pengguna Apple di luar pasar tradisional.
Pasar berkembang makin menentukan arah bisnis
Peran Indonesia dan India memperlihatkan perubahan penting dalam sumber pertumbuhan Apple. Jika sebelumnya pasar lama menjadi tumpuan utama, kini negara berkembang mulai mengambil porsi yang makin besar dalam menopang pendapatan perusahaan.
Pada saat yang sama, basis perangkat aktif Apple di seluruh kategori produk juga naik ke rekor tertinggi. Kondisi ini penting karena memperkuat peluang perusahaan untuk terus mendorong penjualan perangkat dan layanan secara beriringan.
Arus kas operasional Apple pada kuartal ini ikut menembus USD28 miliar atau sekitar Rp484,4 triliun. Angka itu memperlihatkan bahwa kenaikan pendapatan berjalan sejalan dengan kekuatan likuiditas perusahaan.
iPhone 17 dan layanan ikut menjadi penopang
Dari sisi produk, iPhone 17 menjadi kontributor utama pendapatan perangkat keras sepanjang kuartal Maret. Di saat yang sama, lini Services juga mencatat rekor pendapatan sepanjang masa pada periode yang sama.
Kombinasi ini menunjukkan Apple tidak hanya bergantung pada perangkat utama. Pendapatan dari layanan terus menjadi penopang penting saat perusahaan memperluas monetisasi ekosistemnya.
Divisi Mac juga ikut memberi tambahan dorongan dengan pendapatan USD8,4 miliar. Capaian tersebut dipicu oleh peluncuran produk MacBook Neo.
Di pasar global, iPhone tetap mempertahankan daya tarik yang kuat. Data Worldpanel menempatkan iPhone sebagai model terlaris di Amerika Serikat, China urban, Inggris, Australia, dan Jepang.
Sambutan pengguna dan langkah untuk investor
Dari sisi pengguna, riset 451 Research mencatat tingkat kepuasan terhadap seri iPhone 17 di Amerika Serikat mencapai 99 persen. Tingkat kepuasan setinggi ini memberi sinyal bahwa perangkat terbaru Apple diterima sangat positif di pasar kunci.
Dukungan pasar itu menjadi semakin penting karena Apple kini bertumpu pada kombinasi hardware, layanan, dan basis pengguna aktif yang terus membesar. Dengan pola seperti ini, negara berkembang terlihat bukan lagi sekadar pasar tambahan.
Apple juga mengirim sinyal percaya diri kepada pemegang saham melalui kebijakan modal terbaru. Dewan direksi menyetujui dividen tunai sebesar USD0,27 per saham, dengan pembayaran dijadwalkan pada 14 Mei 2026 bagi investor yang tercatat hingga 11 Mei 2026.
Selain dividen, manajemen juga mengesahkan program pembelian kembali saham atau buyback senilai USD100 miliar. Langkah tersebut menunjukkan keyakinan perusahaan terhadap prospek bisnis jangka panjang di pasar global dan Asia Tenggara.
