Sverigedemokraterna atau SD di Malmö kini menambah langkah pengamanan setelah relawan mereka diserang saat berkampanye di kawasan Triangeln. Partai itu telah memesan 10 alarm darurat untuk dibawa para relawan ketika turun ke lapangan, menyusul insiden yang membuat suasana kampanye di ruang publik semakin tegang.
Pengamanan tambahan ini muncul setelah kegiatan politik SD terganggu ketika empat relawan mereka berada di alun-alun dekat Triangeln. Pada saat yang sama, ada aksi solidaritas untuk Kuba yang digelar Komunistiska partiet di area dekat Johanneskyrkan, dan pertemuan dua kegiatan itu kemudian memicu ketegangan.
Ketua SD di Malmö, Anders Olin, mengatakan keadaan awalnya berjalan tenang. Namun suasana berubah ketika sejumlah orang dari aksi lain mendekat dan meminta para relawan SD pergi dengan kata-kata kasar.
Menurut Olin, situasi sempat meningkat ketika salah satu anggota partai didorong cukup keras. Ia juga menyebut ada orang lain yang meludah ke wajah seorang relawan, sebelum rombongan SD memutuskan meninggalkan lokasi.
Meski sudah pergi, para relawan disebut masih dikejar oleh seseorang yang mengendarai skuter listrik. Orang itu kemudian merampas brosur kampanye dari tangan mereka, sehingga insiden tersebut makin menambah kekhawatiran partai terhadap keselamatan kader di lapangan.
SD telah melaporkan kejadian itu kepada polisi dan kini menunggu tindak lanjut. Di sisi lain, partai menegaskan tidak akan menghentikan kampanye hanya karena tekanan di ruang publik.
Olin menilai mundur justru berarti memberi ruang kepada pihak luar untuk menentukan batas aktivitas politik mereka. Karena itu, SD tetap berencana hadir di masyarakat meski dengan pengamanan yang lebih ketat.
Selain menyediakan alarm darurat, partai juga memberi arahan baru kepada para kampanyer. Relawan diminta bergerak dalam kelompok dan baru mengenakan atribut kampanye setelah tiba di lokasi kegiatan.
Olin juga menyebut ada kemungkinan SD akan menurunkan lebih banyak orang dalam satu rombongan pada agenda berikutnya. Menurutnya, langkah itu dapat membantu mengurangi risiko saat relawan berinteraksi dengan warga.
Ketegangan yang muncul di Malmö ini juga membuat SD meninjau kembali cara mereka berkampanye. Fokus partai kini bukan hanya menjaga kelancaran kegiatan, tetapi juga memastikan relawan tetap aman saat berada di ruang publik.
Olin mengaitkan situasi yang sedang terjadi dengan pengalamannya saat bergabung dengan SD pada 2008. Ketika itu, ia sempat ditunjuk sebagai koordinator keamanan partai di Skåne pada masa demonstrasi politik masih kerap mendapat pengawalan ketat.
Ia menyebut suasana pada masa itu jauh lebih tegang, dengan pengamanan besar dan serangan terhadap anggota partai yang lebih sering terjadi. Namun setelah pemilu 2018, ia menilai gangguan terhadap aktivitas partai sempat berkurang dalam beberapa hal.
Serangan di Triangeln membuat SD kembali mengencangkan pengaturan lapangan mereka. Dengan alarm darurat, rombongan yang lebih rapat, dan aturan baru bagi relawan, partai berupaya menjaga agar kegiatan politik tetap berjalan tanpa mengabaikan keselamatan orang-orang yang bertugas.
Source: www.sydsvenskan.se






