Reli Wall Street dan Harapan Damai AS-Iran Angkat Bursa Asia, Ketegangan Mulai Mereda

Author: Redaksi Android62

Kenaikan di bursa Asia terjadi setelah pasar membaca peluang gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran semakin terbuka. Minat terhadap aset berisiko kembali muncul karena kekhawatiran atas konflik di Timur Tengah mulai berkurang, meski pelaku pasar belum sepenuhnya lepas dari kewaspadaan.

Kontrak berjangka indeks Jepang dan Hong Kong sama-sama bergerak naik pada awal perdagangan. Sinyal itu menunjukkan arus beli masih bertahan di kawasan regional, terutama setelah tekanan jual sebelumnya mulai mereda.

Optimisme geopolitik mulai meredakan tekanan

Kabar bahwa Washington dan Teheran sedang mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu menjadi faktor yang paling diperhatikan pasar. Langkah tersebut dinilai bisa memberi ruang bagi negosiasi yang lebih tenang dan mengurangi risiko eskalasi konflik yang lebih luas.

Namun, suasana pasar belum sepenuhnya aman. Ketegangan di Selat Hormuz masih dilaporkan berlanjut, sehingga investor tetap menimbang peluang perbaikan sentimen dengan hati-hati.

Dukungan datang dari Wall Street

Penguatan Asia juga mendapat dorongan dari pasar Amerika Serikat yang lebih dulu menguat. Indeks S&P 500 dan Nasdaq 100 sama-sama mencetak rekor tertinggi baru, ditopang oleh kinerja Bank of America Corp dan Morgan Stanley yang melampaui ekspektasi.

Sektor teknologi ikut menambah tenaga bagi reli tersebut. Saham Microsoft Corp naik 4,6%, sedangkan Oracle Corp menguat 4,2%, seiring minat investor yang kembali besar pada saham perangkat lunak di tengah euforia kecerdasan buatan atau AI.

Laba kuat dan sentimen baru bikin pasar lebih berani

Kombinasi antara laba perusahaan yang solid dan meredanya kekhawatiran geopolitik membuat pasar kembali percaya diri. Investor melihat sejumlah faktor yang saling menguatkan, mulai dari potensi perpanjangan gencatan senjata AS-Iran, kinerja keuangan perusahaan Amerika Serikat yang kuat, hingga penguatan saham teknologi yang terus menarik minat beli.

Craig Johnson dari Piper Sandler mengatakan, “Meskipun kami merasa perlu untuk tetap skeptis terhadap optimisme yang digerakkan oleh berita utama ini, indikator tren dasar menunjukkan perbaikan dari titik terendah Maret.” Pernyataan itu menggambarkan bahwa pemulihan memang terlihat, tetapi kehati-hatian masih menjadi bagian dari cara pandang pasar.

Dampak juga terlihat di pasar berkembang

Penguatan tidak hanya terasa di Asia dan Amerika Serikat, tetapi juga merambat ke pasar berkembang. MSCI Emerging Markets Index naik 1,2%, sehingga kenaikan sepanjang tahun 2026 mendekati 13% setelah melewati tekanan yang cukup berat.

Meski begitu, reli di pasar berkembang tidak berlangsung merata. Menurut catatan analis Goldman Sachs, Asia Utara dan Amerika Latin tampil lebih kuat, sementara negara-negara ASEAN pengimpor minyak dan India masih tertinggal karena gangguan fisik pada jalur pasokan masih berlangsung.

Dengan latar seperti itu, pasar Asia tetap sensitif terhadap dua hal utama, yaitu perkembangan geopolitik dan kekuatan fundamental korporasi. Selama kabar gencatan senjata terus bergerak positif dan laporan laba perusahaan besar tetap solid, ruang penguatan di bursa regional masih terbuka dalam perdagangan berikutnya.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru