Retribusi Masuk Cibodas Diberlakukan Lagi, Pedagang Khawatir Kunjungan Wisata Turun

Author: Redaksi Android62

Retribusi masuk ke kawasan wisata Cibodas kembali diberlakukan oleh Pemerintah Kabupaten Cianjur dengan tarif Rp7.000 per orang mulai 14 Mei 2026. Kebijakan ini langsung menjadi perhatian karena dikhawatirkan ikut memengaruhi minat wisatawan yang datang ke kawasan tersebut.

Di kalangan pedagang, keputusan itu memunculkan rasa waswas. Mereka menilai wisatawan ke Cibodas cenderung sensitif terhadap biaya tambahan, terlebih bila perjalanan terasa seperti harus membayar di beberapa titik sekaligus.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Cianjur Yudha Azhar menjelaskan bahwa uji coba tiket sempat dilakukan pada Maret 2026 sebagai bagian dari sosialisasi. Ia juga menyebut pembahasan mengenai skema ini sudah dilakukan melalui rapat dengar pendapat bersama berbagai pihak, termasuk DPRD Cianjur.

Yudha menegaskan bahwa retribusi tersebut dikenakan per orang, bukan per kendaraan. Petugas tiket juga berasal langsung dari Disparbud Cianjur, sehingga tidak melibatkan pihak ketiga.

Dengan skema yang diterapkan, penerimaan dari tiket masuk akan langsung masuk ke pendapatan asli daerah atau PAD. Pemerintah daerah menargetkan PAD sebesar Rp2,4 miliar dari retribusi kawasan wisata Cibodas.

Kekhawatiran pedagang soal kunjungan wisatawan

Bagi pedagang di sekitar kawasan, persoalan utama bukan hanya soal tarif. Mereka lebih khawatir jika pungutan baru ini membuat wisatawan berpikir dua kali untuk datang, terutama saat hari biasa maupun akhir pekan.

Seorang pedagang bernama Acep menyebut banyak pelaku usaha kecil pernah merasakan tekanan saat kunjungan wisata sepi. Karena itu, mereka berharap kebijakan baru tidak membuat arus wisatawan kembali turun.

Keluhan pedagang juga terkait pengalaman sebelumnya ketika sejumlah wisatawan merasa keberatan dengan banyaknya tiket yang harus dibayar. Situasi itu dinilai bisa mengurangi daya tarik Cibodas sebagai tujuan wisata keluarga dan tempat kunjungan singkat dari wilayah sekitar.

Belum berlaku untuk seluruh kawasan

Meski sempat ada dorongan agar sistem satu tiket berlaku untuk seluruh destinasi di kawasan Cibodas, kesepakatan itu belum tercapai. Akibatnya, tiket yang sekarang berlaku hanya untuk masuk ke kawasan wisata Cibodas, belum mencakup objek wisata di dalamnya.

Yudha mengatakan komunikasi dengan berbagai pihak masih terus dibuka agar skema satu tiket bisa diterapkan di kemudian hari. Pemerintah daerah juga tetap menerima masukan dari masyarakat sekitar, termasuk para pedagang yang merasa keberatan dengan kebijakan tersebut.

Di sisi lain, Pemkab Cianjur memastikan tidak ada tarif parkir di dalam kawasan wisata Cibodas. Wisatawan diminta melapor bila menemukan oknum yang menarik biaya parkir atau pungutan lain di luar ketentuan.

Situasi ini membuat sebagian pedagang kecil menunggu perkembangan berikutnya dengan perasaan cemas. Mereka berharap pembahasan lanjutan tidak justru menambah beban bagi wisatawan yang datang ke Cibodas.

Source: www.viva.co.id
Berita Terbaru