Retur COD Sarat Celah, Seller Tertimpa Kerugian Ganda dari Barang Hilang dan Ongkir

Author: Redaksi Android62

Transaksi COD di e-commerce masih menarik banyak pengguna karena dianggap sederhana dan memberi rasa aman bagi pembeli yang belum terbiasa membayar secara digital. Di sisi lain, skema ini juga memunculkan keluhan dari seller, terutama saat retur barang diproses tanpa verifikasi yang cukup ketat.

Masalah yang disorot datang dari kasus seorang penjual produk Tupperware di Shopee. Penjual bernama Ida mengaku mengirim botol beserta tutupnya dalam kondisi menyatu, lalu membungkusnya dengan dus tebal agar aman selama pengiriman.

Retur yang Memicu Kerugian Seller

Menurut pengakuan Ida kepada Bisnis, persoalan mulai muncul setelah pembeli mengajukan retur pada keesokan harinya. Saat paket itu kembali ke tangan penjual, tutup botol disebut sudah tidak ada, sementara kemasan luarnya tetap terlihat baik dan tidak rusak.

Ida menilai bagian yang hilang tidak mungkin lenyap selama proses pengiriman. Ia juga mencoba meminta penjelasan melalui fitur chat, tetapi pesan yang dikirim hanya terbaca tanpa balasan dari pihak pembeli.

Bukti Seller Dinilai Kurang Diperhitungkan

Dalam sengketa tersebut, Ida menyebut banding yang diajukan tetap dimenangkan pembeli. Ia menilai keputusan itu terlalu bertumpu pada foto dari pembeli, sedangkan video unboxing yang biasa dipakai untuk menunjukkan kondisi barang saat diterima tidak banyak dipertimbangkan.

“Pembeli hanya menyertakan gambar tanpa video unboxing, pembeli bisa dimenangkan walaupun seller sudah banding menyertakan video packing,” kata Ida kepada Bisnis, dikutip Selasa (14/4/2026). Situasi ini membuat sejumlah seller menilai mekanisme penilaian bukti belum sepenuhnya berpihak pada penjual yang sudah menyiapkan dokumentasi pengiriman.

Beban Biaya Tak Berhenti di Barang yang Hilang

Kerugian yang dialami seller tidak hanya berhenti pada barang yang kembali dalam kondisi tidak lengkap. Ida juga mengaku harus menanggung ongkos kirim dua arah, baik saat barang dikirim ke pembeli maupun saat retur kembali ke penjual.

Bagi penjual kecil, beban seperti ini bisa terasa jauh lebih berat karena tidak hanya kehilangan isi paket, tetapi juga tetap menutup biaya logistik dari sengketa yang sebenarnya tidak mereka inginkan. Dalam kondisi tertentu, retur justru mengubah transaksi menjadi kerugian berlapis bagi seller.

Mengapa COD Masih Dipilih, Meski Risiko Besar

COD tetap banyak dipakai karena menjangkau pembeli yang belum nyaman menggunakan pembayaran digital. Namun, popularitas itu juga membuat celah retur menjadi perhatian, terutama jika pembuktian sengketa tidak berjalan kuat.

Sejumlah keluhan seller yang beredar di komunitas penjual daring menunjukkan pola yang serupa, yakni barang dikembalikan tidak lengkap, retur diajukan tanpa bukti yang dianggap cukup, dan video packing seller kurang dipertimbangkan. Dalam situasi seperti itu, platform dinilai perlu memperketat verifikasi agar proses retur tidak mudah dimanfaatkan.

Hal yang Biasanya Disiapkan Seller Saat Mengirim Barang

  1. Video packing untuk menunjukkan kondisi barang sebelum dikirim.
  2. Foto barang dan kemasan sebagai dokumentasi tambahan.
  3. Resi pengiriman sebagai bukti transaksi dan pelacakan.
  4. Catatan percakapan dengan pembeli jika terjadi sengketa.
  5. Rekam kondisi barang sebelum masuk paket.

Dokumentasi semacam ini tidak selalu menjamin kemenangan dalam banding, tetapi dapat memperkuat posisi seller saat platform menilai kronologi sengketa. Di tengah tingginya penggunaan COD, perlindungan yang seimbang menjadi penting agar pembeli tetap merasa aman tanpa membuka ruang bagi praktik retur yang merugikan penjual.

Source: teknologi.bisnis.com
Berita Terbaru