Reuni Smada Makassar dan Bulog Ubah Untia Jadi Benteng Baru Penahan Abrasi

Penanaman 4.000 bibit mangrove di Kelurahan Untia, Kecamatan Biringkanaya, Makassar, menjadi penanda bahwa reuni alumni juga bisa diarahkan ke kerja lingkungan yang konkret. Kegiatan ini tidak hanya membawa semangat kebersamaan IKA SMA Negeri 2 atau Smada Makassar, tetapi juga menempatkan perlindungan pesisir sebagai agenda yang langsung menyentuh kebutuhan warga.

Lokasi Untia dipilih karena kawasan pesisir itu dinilai membutuhkan penguatan vegetasi untuk menahan abrasi. Mangrove dipandang cocok untuk membantu pemulihan lingkungan sekaligus menjaga ekosistem pantai agar tetap terlindungi dari kerusakan yang lebih jauh.

Aksi tersebut melibatkan IKA Smada Makassar, Perum Bulog, dan Pemerintah Kota Makassar. Sinergi ini sekaligus membuka rangkaian Tudang Sipulung Nasional (TSN) II tahun 2026 dengan kegiatan yang menonjolkan manfaat sosial dan lingkungan.

Ketua Umum IKA Smada Makassar, Mayjen TNI (Purn) Marga Taufiq, menyebut kerja sama lintas pihak itu sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan dari kerusakan. Ia menegaskan bahwa program seperti ini diharapkan memberi manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Marga Taufiq juga menyoroti pentingnya ekosistem pesisir agar perlindungannya semakin kuat. Menurut dia, upaya seperti penanaman mangrove penting untuk menekan risiko abrasi sekaligus menghadirkan lingkungan yang lebih sehat bagi warga.

Ia menjelaskan bahwa penanaman mangrove di Makassar bersama alumni Smada merupakan yang pertama kali dilakukan. Marga Taufiq yang juga menjabat Wakil Direktur Utama Bulog menilai langkah ini bisa menjadi contoh bagi pihak lain yang ingin terlibat dalam pelestarian lingkungan.

Menurutnya, arah program tanggung jawab sosial dan lingkungan Bulog memang ditujukan pada kegiatan yang berdampak langsung kepada masyarakat. Dalam konteks itu, pelestarian alam menjadi bagian penting yang tidak berdiri sendiri, melainkan terhubung dengan kebutuhan warga di lapangan.

Dukungan juga datang dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin. Ia menilai sinergi antara alumni IKA Smada Makassar dan Bulog menunjukkan perhatian yang kuat terhadap alam sekaligus membuka ruang bagi ekosistem yang lebih baik.

Di sisi lain, panitia TSN II IKA Smada Makassar memastikan agenda reuni tidak berhenti pada acara seremonial. Ketua Panitia, Fauzi Andi Wawo, menyebut rangkaian kegiatan juga disusun untuk memberi manfaat sosial yang lebih luas bagi warga.

Selain penanaman mangrove, panitia menyiapkan sunatan massal, pengobatan gratis, penyaluran bantuan sembako untuk masyarakat miskin, serta bantuan bagi panti asuhan di berbagai wilayah Makassar. Fauzi menegaskan bahwa seluruh rangkaian itu diarahkan agar pertemuan alumni ikut menghadirkan manfaat nyata di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan di Untia, semangat menjaga almamater berjalan beriringan dengan upaya melindungi pesisir dari abrasi. Penanaman 4.000 mangrove itu menjadi bagian dari dorongan agar kebersamaan alumni, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan bisa tumbuh bersama dalam satu gerakan.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait