Ribuan buruh memenuhi GOR Kampung Melayu, Jakarta Timur, saat PDIP menggelar perayaan Hari Buruh Internasional atau May Day. Suasana tetap tertib meski arena dipadati massa, dan perhatian peserta langsung tertuju pada kehadiran Hasto Kristiyanto serta Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno.
Momen itu menjadi sorotan karena keduanya tampil di tengah acara bertema “Banteng Pro Pekerja, Buruh Berdaulat Indonesia Berdikari”. Tema tersebut menegaskan bahwa isu pekerja dan kesejahteraan buruh ditempatkan sebagai bagian penting dari agenda PDIP dalam peringatan May Day.
Hasto dan Rano tiba di lokasi sekitar pukul 11.00 WIB. Saat memasuki arena, tepuk tangan langsung terdengar dari para buruh yang hadir dan menyambut keduanya dengan hangat.
Rano Karno datang dengan kemeja putih dan celana hitam. Sementara itu, Hasto Kristiyanto mengenakan kaus merah bermotif loreng hitam yang menjadi ciri penampilannya dalam acara tersebut.
Dari atas panggung, pembawa acara juga menyapa keduanya secara langsung. “Selamat datang Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto dan selamat datang Wakil Gubernur Jakarta Abang Rano Karno,” ujarnya.
Selain Hasto dan Rano, sejumlah kader PDIP lain juga hadir dalam perayaan tersebut. Mereka antara lain Wakil Ketua Komisi IX DPR Charles Honoris, Ketua DPP PDIP Ribka Tjiptaning, dan anggota DPR Adian Napitupulu.
Kehadiran para tokoh itu membuat peringatan Hari Buruh tidak sekadar berlangsung sebagai seremoni. Acara tersebut juga menjadi ruang konsolidasi politik yang menonjolkan perhatian PDIP terhadap aspirasi buruh dan perlindungan pekerja.
Dalam peringatan itu, PDIP menegaskan dukungannya terhadap perjuangan buruh dan upaya meningkatkan kesejahteraan pekerja. Partai juga menempatkan kemandirian ekonomi nasional sebagai bagian dari komitmen yang ingin diperjuangkan melalui tema May Day yang diusung.
Hari Buruh Internasional diperingati setiap 1 Mei di berbagai negara sebagai simbol perjuangan hak pekerja. Di GOR Kampung Melayu, dukungan massa yang memenuhi tribun memperlihatkan bahwa momentum ini tetap menjadi ruang penting untuk menyuarakan aspirasi buruh dan perhatian terhadap kondisi kerja yang lebih layak.
Source: www.beritasatu.com






