Ribuan Pelari Borobudur Ubah Ajang Lari Jadi Aksi Sosial Rp600 Juta untuk 10 Desa

Author: Redaksi Android62

Ajang Rupiah Borobudur Playon 2026 di kawasan Candi Borobudur, Kabupaten Magelang, tidak berhenti pada urusan lomba lari semata. Dari pendaftaran sekitar 4.000 peserta, kegiatan ini menghimpun lebih dari Rp600 juta yang akan disalurkan ke 10 desa di sekitar Borobudur untuk program pengolahan sampah.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah M Noor Nugroho menyampaikan bahwa seluruh dana pendaftaran peserta akan diarahkan ke desa-desa tersebut. Ia menyebut dana itu sebagai bagian dari upaya menghadirkan manfaat langsung dari sebuah kegiatan olahraga massal.

Dua Kategori Lomba dan Minat Peserta yang Naik

Rupiah Borobudur Playon 2026 digelar oleh Kantor Wilayah Bank Indonesia Provinsi Jawa Tengah bersama Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Tahun ini panitia membuka dua kategori, yakni 5K dan 10K, dengan jumlah peserta yang melonjak dibanding penyelenggaraan perdana pada 2023.

Informasi Keterangan
Jumlah peserta 2023 Sekitar 2.000 orang
Jumlah peserta 2026 Sekitar 4.000 pelari
Kategori lomba 5K dan 10K
Dana pendaftaran Lebih dari Rp600 juta
Target penyaluran 10 desa di sekitar Borobudur

BI Jateng menilai pertumbuhan peserta itu menunjukkan RBP semakin diterima masyarakat dari tahun ke tahun. Lonjakan jumlah pelari juga memperkuat posisi acara ini sebagai ruang pertemuan olahraga, ekonomi, dan aksi sosial dalam satu rangkaian.

UMKM, Edukasi Rupiah, dan Operasi Pasar

Selain lomba lari, panitia menghadirkan puluhan UMKM binaan Bank Indonesia dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan tersebut juga dilengkapi edukasi Cinta, Bangga, dan Paham Rupiah, perlindungan konsumen, Gerakan Pengendalian Inflasi Pangan Sejahtera atau GPIPS, serta operasi pasar murah.

BI berharap Rupiah Borobudur Playon terus berkembang sebagai media komunikasi kebijakan yang inovatif melalui pendekatan sport tourism. Dampak yang dituju tidak hanya pada pergerakan wisata, tetapi juga pada pemberdayaan UMKM, peningkatan literasi masyarakat, dan penguatan ekonomi daerah.

Dukungan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah

Sekretaris Daerah Jawa Tengah Sumarno mengapresiasi konsistensi Bank Indonesia yang rutin menghadirkan Rupiah Borobudur Playon setiap tahun. Menurut dia, ajang ini berhasil menggabungkan olahraga, pemberdayaan ekonomi, edukasi, dan aksi sosial.

Sumarno juga ikut menjadi pacer dalam kegiatan tersebut. Ia menilai manfaat acara ini bukan hanya pada aspek kesehatan, tetapi juga sebagai strategi pemerintah provinsi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi lewat sport tourism.

Ia menjelaskan bahwa perekonomian Jawa Tengah banyak ditopang oleh konsumsi, sehingga kehadiran pengunjung dari luar daerah dinilai penting untuk menggerakkan aktivitas ekonomi setempat. Karena itu, event seperti Rupiah Borobudur Playon dianggap punya nilai yang melampaui garis finis.

Kehadiran Gubernur dan Suasana Kebersamaan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi juga ambil bagian dalam ajang tersebut dengan berlari sambil mendorong kursi roda putranya, Muhammad Alif Daffa. Kehadiran para pejabat daerah menambah kuat suasana kebersamaan dalam kegiatan yang memang dirancang sebagai ruang interaksi publik.

Di tengah antusiasme ribuan pelari, Rupiah Borobudur Playon 2026 memperlihatkan bagaimana sebuah ajang olahraga dapat memberi dampak yang lebih luas. Dari Borobudur, kegiatan ini tidak hanya menggerakkan wisata dan UMKM, tetapi juga menghadirkan manfaat sosial yang langsung dirasakan oleh desa-desa di sekitarnya.

Source: jateng.antaranews.com
Berita Terbaru