Tambak Udang Closed System Jateng Panen 1,3 Ton, Revitalisasi Tambak Modern Makin Nyata

Author: Redaksi Android62

Panen sekitar 1,3 ton udang vaname dari tambak milik Pemerintah Provinsi Jawa Tengah di Kawasan Industri Wijayakusuma, Kota Semarang, menjadi penanda bahwa teknologi budidaya tertutup mulai memberi hasil konkret. Tambak modern itu kini diposisikan sebagai model percontohan revitalisasi tambak di Pantai Utara Jawa.

Keberhasilan tersebut juga menunjukkan bahwa budidaya udang tetap bisa berjalan di lingkungan yang dekat dengan kawasan industri. Dengan pengelolaan yang tepat, lahan seluas 1.561 meter persegi itu mampu menghasilkan udang berkualitas dan menjaga efisiensi budidaya.

Budidaya 82 Hari dengan Sistem Tertutup

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Tengah, Endi Faiz Efendi, menyebut panen dilakukan di Petak B3 Loka PBI Tugu setelah proses budidaya sekitar 82 hari. Target panen ditetapkan sekitar 1,3 ton dengan ukuran rata-rata udang sekitar 60 ekor per kilogram.

Metode closed system membuat penggunaan air dari luar menjadi sangat minim. Air yang dipakai lebih dulu diolah dengan dolomit, kaporit, dan aerasi sebelum masuk ke kolam budidaya.

Langkah itu membantu menjaga kualitas air sekaligus menekan risiko masuknya penyakit dari lingkungan luar. Karena itu, sistem tersebut dinilai cocok diterapkan di area yang memiliki karakter lingkungan lebih menantang, termasuk kawasan industri.

Komponen Data Keterangan
Luas tambak 1.561 meter persegi Milik Pemprov Jawa Tengah
Hasil panen 1,3 ton Udang vaname berkualitas
Lama budidaya 82 hari Di Petak B3 Loka PBI Tugu
Ukuran panen 60 ekor per kilogram Rata-rata hasil panen

Pasokan Lokal dan Kinerja Daerah

Hasil panen itu dipasarkan untuk memenuhi kebutuhan lokal dengan harga sekitar Rp60 ribu per kilogram. Di sisi lain, Loka PBI Tugu mencatat kinerja positif karena realisasi Pendapatan Asli Daerah pada Semester I 2026 telah mencapai sekitar 72 persen dari target tahunan.

Capaian tersebut memperlihatkan bahwa budidaya modern bukan hanya menghasilkan panen, tetapi juga memberi kontribusi pada kinerja lembaga pengelola. Dalam konteks yang lebih luas, hasil ini mendukung arah revitalisasi tambak pesisir utara Jawa Tengah.

Revitalisasi Tambak dan Sentra Pembibitan

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi meninjau panen raya itu pada Senin (6/7/2026) dan meminta Dinas Kelautan dan Perikanan memperkuat sentra pembibitan ikan serta udang. Ia menekankan pentingnya menghadirkan benih unggul yang lebih mudah dijangkau masyarakat.

Menurut Luthfi, pembibitan memiliki nilai strategis karena biaya produksinya lebih rendah dan siklus usahanya lebih cepat. Ia juga mengaitkan penguatan sektor itu dengan dukungan terhadap program ketahanan pangan nasional.

Luthfi menegaskan balai perikanan milik pemerintah harus berperan sebagai pusat penyedia benih berkualitas bagi pembudidaya di berbagai daerah. Tenaga ahli dan penyuluh juga diminta aktif mendampingi masyarakat sejak penyediaan benih, proses budidaya, hingga pemasaran hasil panen.

Jawa Tengah memiliki garis pantai di 17 kabupaten dan kota, namun sebagian besar tambaknya masih dikelola secara tradisional dan membutuhkan revitalisasi. Pemerintah Provinsi Jawa Tengah pun telah berkoordinasi dengan Menteri Kelautan dan Perikanan untuk mempercepat revitalisasi sekitar 72 ribu hektare tambak di Pantai Utara Jawa Tengah.

Dalam waktu dekat, dukungan dari KKP disebut akan diarahkan agar tambak-tambak yang tidak lagi berfungsi bisa kembali produktif dan memberi manfaat bagi masyarakat pesisir. Model closed system di Wijayakusuma kini menjadi salah satu bukti bahwa modernisasi tambak dapat dijalankan secara lebih terukur dan berkelanjutan.

Source: timesindonesia.co.id
Berita Terbaru