Risiko Kanker Bisa Ditekan Sejak Dini, Delapan Kebiasaan Harian Ini Paling Menentukan

Pencegahan kanker tidak hanya bergantung pada pemeriksaan medis, tetapi juga pada keputusan sehari-hari yang tampak sederhana. Sejumlah lembaga kesehatan yang dikutip menyebut lebih dari 40% kasus kanker dan hampir separuh kematian akibat kanker berkaitan dengan faktor yang sebenarnya bisa dicegah.

Karena itu, pola hidup menjadi salah satu benteng paling penting sejak dini. Dari cara makan sampai kebiasaan duduk terlalu lama, ada delapan langkah yang paling sering dikaitkan dengan turunnya risiko kanker.

Perhatikan apa yang masuk ke tubuh

Pola makan sehari-hari punya pengaruh besar terhadap risiko kanker. Referensi menyebut hingga 50% kasus kanker yang dapat dicegah berkaitan dengan makanan yang dikonsumsi, sehingga pilihan menu tidak bisa dipandang sepele.

Pola makan berbasis tanaman yang kaya sayuran, buah, biji-bijian utuh, dan kacang-kacangan dikaitkan dengan risiko yang lebih rendah. Sebaliknya, daging merah, daging olahan, minuman manis bergula, dan makanan ultra-proses perlu dibatasi.

Alkohol juga masuk dalam daftar faktor yang patut diwaspadai. Setelah tembakau dan kelebihan berat badan, alkohol disebut sebagai faktor risiko kanker yang dapat dicegah terbesar ketiga.

Alkohol telah dikaitkan dengan setidaknya 7 hingga 8 jenis kanker, termasuk kanker payudara, usus besar, paru-paru, ginjal, dan hati. Jika tetap memilih minum, American Cancer Society merekomendasikan batas maksimal satu gelas per hari untuk perempuan dan dua gelas per hari untuk laki-laki.

Bergerak lebih banyak, duduk lebih sedikit

Menjaga berat badan dalam rentang sehat bisa membantu menurunkan risiko setidaknya 13 jenis kanker. Kelebihan berat badan dapat meningkatkan produksi hormon estrogen dan insulin, yang ikut mendorong pertumbuhan sel kanker.

Aktivitas fisik membantu menjaga metabolisme dan menekan risiko penyakit lain yang berkaitan dengan kanker. American Cancer Society merekomendasikan orang dewasa bergerak sedang selama 150–300 menit per minggu atau aktivitas berat 75–150 menit per minggu.

Selain olahraga, waktu duduk terlalu lama juga perlu dikendalikan. Perilaku sedentari berkaitan dengan obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan beberapa jenis kanker, sehingga kebiasaan bangun dari duduk, berjalan singkat, dan memperbanyak aktivitas harian menjadi langkah penting.

Untuk anak dan remaja, anjuran gerak aktif bahkan mencapai setidaknya 1 jam per hari. Langkah sederhana ini menjadi pelengkap penting bagi olahraga rutin, bukan pengganti.

Hentikan paparan yang paling berbahaya

Merokok masih menjadi faktor paling kuat yang bisa dicegah dalam kasus kanker. Data University of California menyebut penggunaan tembakau dikaitkan dengan 30% dari seluruh kematian akibat kanker.

Asap rokok mengandung zat kimia berbahaya yang dapat merusak sel tubuh dan memicu kanker paru-paru, mulut, kerongkongan, pankreas, kandung kemih, serviks, hingga ginjal. Tidak ada produk tembakau yang benar-benar aman, termasuk rokok elektrik, cerutu, tembakau kunyah, dan hookah.

Perlindungan juga perlu diberikan pada kulit. Kanker kulit disebut sebagai jenis kanker yang paling umum sekaligus paling bisa dicegah.

Paparan radiasi ultraviolet dari matahari maupun alat tanning dapat merusak sel kulit dan memicu kanker. Saat berada di luar ruangan, terutama ketika matahari terik, tempat teduh, pakaian pelindung, dan tabir surya yang dipakai rutin dan merata menjadi langkah yang disarankan.

Manfaatkan pencegahan medis yang tersedia

Pencegahan kanker tidak selalu harus dimulai dari perubahan kebiasaan saja. Perlindungan terhadap infeksi tertentu juga berperan besar, terutama lewat vaksinasi.

Human Papillomavirus atau HPV dapat menyebabkan kanker serviks dan disebut bertanggung jawab atas hampir seluruh kasus kanker serviks. Vaksin HPV tersedia untuk individu hingga usia 26 tahun dan disebut mampu melindungi dari 90% kasus kanker yang disebabkan oleh HPV.

Vaksin hepatitis B juga penting karena virus ini dapat berkembang menjadi kanker hati. Dengan perlindungan ini, tubuh mendapat lapisan pencegahan tambahan dari risiko yang datang lewat infeksi.

Deteksi dini tetap menjadi bagian yang tidak kalah penting. CDC merekomendasikan skrining untuk beberapa jenis kanker, termasuk kanker payudara, serviks, kolorektal, dan paru-paru.

Riwayat kanker dalam keluarga juga memberi petunjuk penting tentang risiko seseorang. Jika ada anggota keluarga yang pernah mengalami kanker payudara, ovarium, rahim, atau kolorektal, kerabat dekat bisa memiliki risiko lebih tinggi dan perlu lebih proaktif berkonsultasi dengan tenaga medis.

Source: lifestyle.bisnis.com

Berita Terkait