Rob Demak Mengikis Ruang Hidup Warga, Lestari Moerdijat Minta Penanganan Menyeluruh

Genangan permanen dan rob di Kecamatan Sayung, Kabupaten Demak, disebut telah mengancam ruang hidup warga secara langsung. Wakil Ketua MPR RI Lestari Moerdijat menegaskan bahwa persoalan itu tidak layak diperlakukan sebagai banjir biasa, melainkan bencana yang harus masuk prioritas penanganan nasional.

Seruan itu disampaikan dalam penyerapan aspirasi masyarakat MPR RI bertema Percepatan dan Pemerataan Pembangunan Daerah: Tantangan Ekologi dan Infrastruktur di Hotel Amantis, Demak, Jawa Tengah. Forum tersebut mempertemukan tokoh masyarakat, perwakilan DPRD Kabupaten Demak, dan warga dari sejumlah kecamatan terdampak.

Dampak rob semakin luas

Data yang dibahas dalam forum itu menyebut sekitar 6.600 hektare wilayah Demak tergenang. Kondisi tersebut berdampak pada sekitar 15.000 kepala keluarga yang kehilangan mata pencaharian dan menghadapi ketidakpastian ekonomi.

Lestari menilai situasi di Sayung memperlihatkan tekanan berat antara percepatan pembangunan infrastruktur dan kerusakan lingkungan. Ia menyoroti proyek seperti jalan tol Semarang-Sayung yang mendorong pembangunan, tetapi juga membawa konsekuensi ekologis besar bagi wilayah sekitarnya.

Kawasan itu, menurut Lestari, juga memiliki karakter geologis yang sensitif sejak lama. Ia mengingatkan bahwa wilayah tersebut secara historis merupakan selat pada masa kolonial Belanda dan tidak dibangun karena pertimbangan kondisi tanah serta lingkungan.

Adaptasi dinilai lebih realistis

Di tengah kondisi yang terus memburuk, Lestari menilai relokasi warga saat ini sulit dilakukan. Karena itu, ia mendorong langkah adaptasi yang lebih terencana agar warga tetap memiliki ruang hidup dan sumber penghasilan.

Ia menyebut kemungkinan pengembangan padi jenis biosalin pada lahan yang sudah tidak lagi bisa ditanami. Selain itu, sawah yang berubah menjadi genangan juga dapat dipertimbangkan untuk difungsikan sebagai tambak, meski pengurusan perizinannya tidak sederhana.

Lestari juga mengingatkan agar pemerintah daerah dan DPRD tidak berhenti pada respons teknis jangka pendek. Menurutnya, menaikkan badan jalan hanya akan memindahkan persoalan bila air tetap kembali merendam permukiman warga.

Restorasi lingkungan ikut menjadi perhatian

Selain infrastruktur dan ekonomi warga, pemulihan lingkungan ikut ditekankan dalam forum itu. Lestari mendorong restorasi ekologis berbasis alam, termasuk penanaman mangrove untuk membantu menahan abrasi.

Ia juga menyoroti sampah yang disebut memperburuk genangan karena menghambat aliran air. Karena itu, edukasi lingkungan dinilai penting, terutama bagi generasi muda yang akan hidup lebih lama dengan dampak krisis ekologis di kawasan pesisir.

Pada sesi kedua penyerapan aspirasi, hadir pula perwakilan warga dari Kecamatan Demak, Wonosalam, Kebonagung, Sayung, Karangtengah, dan Guntur untuk menyampaikan kondisi yang mereka hadapi secara langsung. Forum itu digelar dalam dua sesi agar lebih banyak masukan dari masyarakat dapat ditampung.

Source: www.medcom.id

Berita Terkait