Rob kembali mengancam kawasan pantura Jawa Tengah pada pukul 07.00-12.00 WIB, dengan ketinggian maksimum diperkirakan mencapai 1 meter. Kondisi ini membuat warga di wilayah pesisir, termasuk jalur Semarang-Demak, diminta meningkatkan kewaspadaan sejak pagi.
Prakirawan BMKG Stasiun Maritim Tanjung Emas Semarang, Retna Swasti Karini, mengimbau masyarakat di Pekalongan, Batang, Kendal, Semarang, Demak, Jepara, Pati, dan Rembang untuk tetap siaga. Banjir rob di sejumlah titik berpotensi merendam puluhan desa di kawasan pesisir.
Dampak yang perlu diantisipasi
Selain merendam permukiman, rob juga berpotensi mengganggu transportasi, aktivitas bongkar muat barang di pelabuhan, budidaya perikanan darat, dan petani garam. Di wilayah yang sudah terdampak genangan, hujan yang masih mungkin turun di pantura dapat memperburuk kondisi dan memperluas sebaran air.
BMKG menyebut hujan ringan hingga sedang masih berpeluang mengguyur sejumlah wilayah Jawa Tengah hingga Senin pagi, 15 Juni. Daerah yang perlu dicermati meliputi Purbalingga, Banjarnegara, Karanganyar, Sragen, Brebes, Tegal, Bumiayu, dan Majenang.
Wilayah yang masih berpeluang diguyur hujan
Menurut Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Semarang, Agus Triyono, sebagian besar wilayah lain di Jawa Tengah diprakirakan mengalami hujan ringan atau berawan. Peringatan ini terutama ditujukan kepada warga yang tinggal di kawasan pegunungan, pantura, dan Jawa Tengah bagian tengah.
BMKG juga mencatat angin bertiup dari timur laut ke barat dengan kecepatan 3-20 kilometer per jam. Suhu udara diperkirakan berada di kisaran 14-30 derajat Celsius, dengan kelembaban udara 75-95 persen.
Kombinasi hujan dan air laut pasang membuat kewaspadaan di wilayah pesisir tetap penting pada pagi hari. Pantura Semarang-Demak menjadi salah satu titik yang masih harus dilalui warga di tengah banjir rob saat air laut pasang datang.
Source: www.metrotvnews.com






