Roblox Masih Dikejar Kepatuhan PP Tunas, Pemerintah Sorot Aman Tidaknya Anak Berinteraksi Di Ruang Digital

Author: Redaksi Android62

Kementerian Komunikasi dan Digital masih menunggu Roblox menunjukkan kepatuhan penuh terhadap Peraturan Pemerintah tentang Perlindungan Anak di Ruang Digital atau PP Tunas. Pemerintah menilai langkah yang sudah ditempuh platform gim tersebut belum cukup untuk memastikan ruang digital benar-benar aman bagi anak-anak.

Salah satu sorotan utama pemerintah adalah risiko interaksi pengguna muda dengan orang yang tidak dikenal. Karena itu, Kemenkomdigi memandang kepatuhan tidak bisa berhenti pada penyesuaian fitur semata, melainkan harus menjawab perlindungan anak secara nyata dalam penggunaan sehari-hari.

Fokus pemerintah pada keamanan anak

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid menegaskan bahwa pembahasan dengan Roblox masih terus berlangsung. Dalam konferensi pers di Jakarta, Meutya menyampaikan harapan agar platform itu segera menunjukkan kepatuhan yang sama seperti platform digital lain yang sudah lebih dulu menyatakan komitmen penuh.

Pemerintah menilai perlindungan anak di ruang digital harus menjadi bagian inti dari pengelolaan platform. Bagi Kemenkomdigi, persoalan utamanya bukan hanya perubahan teknis, tetapi juga sejauh mana sistem dapat membatasi potensi risiko yang dihadapi anak saat berinteraksi di dalam platform.

Meutya juga menyoroti kebutuhan orang tua di Indonesia agar komunikasi anak dengan pihak yang tidak dikenal bisa dibatasi. Hal ini dipandang penting karena ruang digital kini banyak digunakan anak dan remaja dalam aktivitas harian mereka.

Perubahan yang sudah dilakukan Roblox

Roblox sebelumnya telah melakukan pembaruan pada 14 April. Dalam penyesuaian itu, platform menghadirkan Roblox Kids untuk pengguna usia 5-12 tahun dan Roblox Select untuk pengguna usia 13-15 tahun.

Kedua fitur tersebut dilengkapi teknologi verifikasi usia. Meski demikian, pemerintah menilai verifikasi usia saja belum otomatis menutup seluruh celah keamanan yang bisa menimbulkan risiko bagi anak-anak.

Kemenkomdigi melihat masih ada aspek penting yang belum terpenuhi sebelum Roblox bisa dinyatakan patuh sepenuhnya terhadap PP Tunas. Pemerintah menekankan bahwa perlindungan harus bersifat menyeluruh, termasuk pada kemungkinan interaksi dengan akun atau pengguna yang tidak dikenal.

Posisi Roblox dibanding platform lain

Dalam tahap awal implementasi PP Tunas, Roblox menjadi perhatian yang tersisa. Sebelumnya, YouTube sudah bergabung dengan enam platform digital lain yang lebih dulu menyatakan komitmen penuh terhadap aturan tersebut.

Salah satu poin penting dalam penerapan PP Tunas adalah pembatasan akses bagi pengguna di bawah usia 16 tahun. YouTube juga telah menyesuaikan kebijakan komunitasnya dengan menonaktifkan akun pengguna berusia di bawah 16 tahun di Indonesia.

Dengan perkembangan itu, dari delapan platform yang menjadi fokus awal implementasi PP Tunas, hanya Roblox yang belum menyatakan kepatuhan penuh. Kondisi tersebut membuat pemerintah terus menanti langkah lanjutan dari perusahaan gim itu.

Komunikasi masih terbuka

Meutya mengatakan pembicaraan dengan Roblox belum selesai dan masih ada ruang untuk penyesuaian. Pemerintah tetap membuka komunikasi agar platform itu bisa memenuhi ketentuan yang berlaku dan mengikuti standar perlindungan anak yang diharapkan.

“Roblox masih berkomunikasi dan mudah-mudahan dalam waktu dekat kita juga bisa melihat kepatuhan yang sama,” ujar Meutya. Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah masih memberi kesempatan bagi Roblox untuk melengkapi penyesuaian yang dibutuhkan.

Di tengah semakin luasnya penggunaan platform digital oleh anak-anak, dorongan kepatuhan terhadap Roblox menjadi bagian dari upaya menjaga agar aturan perlindungan anak tidak hanya tertulis di atas kertas. Pemerintah tetap menempatkan keamanan interaksi dan pembatasan risiko sebagai ukuran utama dalam memastikan ruang digital aman bagi anak-anak.

Source: www.beritasatu.com
Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru