Robot Bawah Es Ini Mengungkap 60 Juta Sarang Ikan Masih Aktif di Antartika

Author: Redaksi Android62

Di bawah Filchner Ice Shelf, Laut Weddell, sebuah koloni sarang ikan berukuran raksasa ternyata masih aktif dan bertahan di salah satu lingkungan paling ekstrem di Bumi. Temuan itu kembali ditegaskan oleh robot bawah laut otonom LASSIE setelah menjalankan misi pemantauan selama 48 jam tanpa henti.

Kendaraan bernama LASSIE atau Low-Altitude Survey System for Icefish itu dikirim oleh tim Alfred Wegener Institute (AWI), Jerman, untuk menyusuri dasar laut dan memeriksa kondisi koloni ikan es. Hasil pengamatan memperkuat dugaan bahwa kawasan tersebut tetap menjadi pusat berkembang biak ikan terbesar yang pernah diidentifikasi di planet ini.

Koloni yang ukurannya sulit dibayangkan

Koloni itu pertama kali ditemukan pada 2021 saat peneliti menjelajahi dasar Laut Weddell menggunakan sistem kamera bawah laut. Saat itu, hamparan sarang diperkirakan membentang sekitar 240 kilometer persegi, atau nyaris seluas Pulau Malta.

Berdasarkan kepadatan sarang, jumlahnya diperkirakan mencapai sekitar 60 juta. Pengamatan terbaru LASSIE kini mengonfirmasi bahwa sekitar 60 juta sarang aktif tersebut masih berada di lokasi yang sama dan belum kehilangan fungsi utamanya sebagai habitat berkembang biak.

Data Utama Keterangan
Nama robot LASSIE (Low-Altitude Survey System for Icefish)
Durasi misi 48 jam
Lokasi Filchner Ice Shelf, Laut Weddell
Perkiraan sarang 60 juta
Luas hamparan sarang 240 kilometer persegi

Ikan es dan ekosistem yang bergantung padanya

Robot bawah laut itu juga memastikan kawasan tersebut masih menjadi habitat aktif bagi Jonah’s icefish atau Neopagetopsis ionah. Spesies khas Antartika ini dikenal memiliki darah hampir transparan karena tidak menggunakan hemoglobin seperti kebanyakan ikan.

Selama misi berlangsung, LASSIE tidak hanya menghitung sarang, tetapi juga mengukur suhu, kadar garam, kandungan oksigen, dan arus laut di sekitar lokasi. Data tersebut dipakai untuk memahami apakah perubahan lingkungan sudah mulai memengaruhi ekosistem yang sangat unik ini.

Menurut tim peneliti, kondisi koloni saat ini masih relatif stabil. Namun, mereka menekankan bahwa pemantauan jangka panjang tetap penting karena perubahan suhu laut dan mencairnya lapisan es dapat mengubah habitat ikan tersebut.

Arti penting bagi konservasi Laut Weddell

Awalnya, para peneliti dari AWI tidak menyangka akan menemukan pemandangan seperti itu di dasar laut Antartika. Autun Purser, ahli biologi laut dari AWI sekaligus penulis utama penelitian awal, mengatakan timnya semula memperkirakan lokasi itu akan tampak seperti dasar laut biasa.

“Kami memperkirakan hanya akan melihat dasar laut Antartika seperti biasa. Namun selama empat jam pertama penyelaman, yang kami lihat tidak lain hanyalah sarang-sarang ikan,” kata Purser.

Temuan ini memperlihatkan bahwa ikan es memegang peran yang jauh lebih besar dalam rantai makanan Antartika daripada yang selama ini diperkirakan. Karena itu, hasil pemantauan tersebut juga menjadi dasar ilmiah penting untuk mendorong pembentukan kawasan konservasi laut atau Marine Protected Area di Laut Weddell agar habitat ini tetap terlindungi dari aktivitas manusia di masa depan.

Berita Terbaru