Robot Penyu Bertenaga AI Ini Mendeteksi Ancaman Laut Tanpa Mengganggu Ekosistem, Karya Remaja 15 Tahun

Author: Redaksi Android62

BURT menjadi sorotan karena mampu bergerak lembut di air sambil mencari ancaman lingkungan tanpa mengganggu habitat. Robot penyu bionik ini dirancang untuk meniru cara berenang penyu asli, sehingga cocok dipakai di perairan yang rapuh dan sensitif.

Di balik proyek itu ada Evan Budz, remaja 15 tahun asal Burlington, Ontario, yang terinspirasi setelah pengalaman tak terduga dengan seekor snapping turtle. Dari momen itu, ia mulai memikirkan cara membuat mesin bawah air yang tidak bising dan tidak merusak lingkungan seperti banyak teknologi penyelam lain.

Meniru bentuk dan gerak penyu

BURT, singkatan tidak resmi dari Bionic Underwater Robotic Turtle, dibuat dengan pendekatan biomimikri. Bentuk tubuhnya mengikuti proporsi penyu laut asli, lengkap dengan empat sirip yang dirancang berbeda fungsi.

Sirip depan dibuat lebih besar sebagai pendorong utama, sementara sirip belakang berukuran lebih kecil untuk menjaga stabilitas dan membantu perubahan arah. Dengan susunan itu, robot dapat bergerak lebih halus di air dan tetap terkendali saat menjelajah.

Budz memilih bentuk penyu karena menilai banyak alat bawah air yang umum dipakai justru menimbulkan kebisingan. Ia melihat baling-baling dan semburan air bertekanan tinggi berpotensi mengikis lingkungan dan menekan kehidupan laut.

Isi robot dan cara kerjanya

Di dalam badan akriliknya, Budz memasang komputer mini Raspberry Pi untuk menjalankan model kecerdasan buatan. Sistem itu dipakai untuk mendeteksi ancaman lingkungan, merekam data, lalu mengirimkannya.

BURT juga dilengkapi modul GPS, kamera di bagian depan, dan sensor luar. Perangkat tersebut membantu pengendalian kedalaman sekaligus memeriksa risiko ekologis seperti mikroplastik dan coral bleaching.

Robot ini dapat berenang hingga delapan jam dengan satu kali pengisian daya berkat baterai lithium. Ada juga panel surya yang dipasang untuk memperpanjang durasi pakai, sementara kecepatannya disetel mendekati kecepatan normal penyu, sekitar 0,5 mil per jam.

Diuji di kolam rumah hingga Lake Ontario

Untuk membangun prototipe, Budz mempelajari gerakan penyu laut lewat video dan berkonsultasi dengan para ahli di akuarium setempat. Ia lalu memakai kemampuan desain 3D dan elektronika untuk menyusun rancangan di SolidWorks sebelum membuat komponen robotnya.

Sebagian besar pengujian dilakukan di kolam belakang rumah kakek-neneknya yang berkedalaman sedikit di atas delapan kaki. BURT juga dibawa ke Lake Ontario, termasuk untuk uji di simulasi terumbu karang buatan yang dibuat dengan model 3D.

Dalam simulasi itu, robot diprogram agar mengenali bentuk coral bleaching dan spesies invasif. BURT kemudian berenang mengelilinginya seperti berada di lingkungan nyata, sambil mengikuti pola pencarian yang sudah diprogram tanpa tether seperti pada underwater drone tradisional.

Siap menghadapi air keruh dan partikel kecil

Budz terus mengembangkan BURT agar tetap efektif di perairan yang lebih sulit. Untuk kondisi keruh, ia menambahkan lampu di bagian depan dan ultrasonic transducer yang memakai gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk mendeteksi rintangan.

Tahun ini, ia juga membuat perangkat pencitraan holografik baru untuk merekam karakteristik struktur dan bentuk partikel kecil di aliran air. Data tersebut kemudian diproses oleh custom-trained neural network untuk mengklasifikasikan apakah partikel itu merupakan mikroplastik.

Dalam pengujiannya, BURT mampu mendeteksi coral bleaching tiruan dengan akurasi 96 persen. Budz bahkan ingin mengembangkan armada penyu robot yang dapat dikerahkan untuk mendeteksi ancaman ekologi di berbagai lingkungan.

Mendapat perhatian besar

Meski berangkat dari ketertarikan pada alam, proyek ini akhirnya meraih pengakuan internasional. Inovasi BURT memenangkan hadiah pertama di European Union Contest for Young Scientists yang digelar di Latvia pada 2025, serta di Canada-Wide Science Fair yang finalisnya lolos dari sekitar 25.000 peserta.

Budz melihat potensi BURT jauh melampaui coral bleaching, invasive species, dan mikroplastik. Menurutnya, masih banyak lokasi dan persoalan lingkungan lain yang dapat dipantau dengan pendekatan robot penyu yang bergerak tenang di bawah air.

Redaksi Android62
Redaksi Android62

Android62.com menghadirkan berita dari beragam sumber dengan penyajian unik, ringkas, dan informatif untuk pembaca modern.

Newsletter Text above the Email input field
Follow Us
Berita Terbaru