Teleskop antariksa Nancy Grace Roman telah tiba di Kennedy Space Center, Florida, dan NASA kini menyiapkan pemeriksaan serta pembaruan menjelang peluncuran pada 30 Agustus. Kehadirannya menandai tahap penting dari misi yang digadang-gadang akan membuka pengamatan kosmos dalam skala jauh lebih luas.
Instrumen ini dirancang untuk melihat langit dengan bidang pandang setidaknya 100 kali lebih besar daripada Hubble. Dengan cakupan sebesar itu, Roman diharapkan memberi sudut pandang baru dalam pencarian materi gelap, energi gelap, eksoplanet, dan pertanyaan besar lain tentang alam semesta.
Bidang pandang yang jauh melampaui Hubble
Perbedaan utama Roman terletak pada kemampuannya mengamati area langit yang jauh lebih luas dalam satu pengamatan. NASA menyebut pendekatan itu akan menghasilkan gambaran alam semesta yang belum pernah terlihat sebelumnya.
Lucas Paganini, manajer program teleskop Roman di divisi astrofisika NASA, mengatakan bahwa Hubble dan James Webb umumnya mengamati objek tertentu. Roman, menurut dia, membawa pendekatan yang berbeda karena mampu mencakup bagian langit yang jauh lebih besar.
Paganini menegaskan bahwa Roman bukan sekadar observatorium biasa. Ia menyebut misi ini sebagai “cara baru melakukan sains” karena cakupan pengamatan yang luas dapat mengubah jenis pertanyaan yang bisa dijawab para astronom.
Misi untuk menguji model alam semesta
Julie McEnery, ilmuwan proyek senior teleskop Roman, menilai kemampuan misi ini sangat penting untuk menguji model standar alam semesta. Ia menyoroti bagaimana model tersebut berkembang dari waktu ke waktu dan bagaimana Roman dapat membantu memeriksa apakah kerangka ilmiah yang ada sesuai dengan pengamatan.
Menurut McEnery, pekerjaan itu berkaitan langsung dengan pemahaman tentang materi gelap, energi gelap, dan struktur terdalam alam semesta. Ia menggambarkan aspek-aspek tersebut sebagai kunci untuk membuka sifat fundamental ruang semesta sendiri.
NASA juga menyatakan bahwa misi ini ditujukan untuk membantu menjawab pertanyaan besar, termasuk mengapa ekspansi alam semesta tampak semakin cepat. Di titik inilah Roman diposisikan sebagai salah satu alat penting bagi astronomi modern.
Nama besar di balik Roman
Teleskop ini mengambil nama dari Nancy Grace Roman, sosok yang sejak awal kariernya di NASA mendorong pembangunan teleskop berbasis luar angkasa. Ia harus meyakinkan pengambil keputusan di NASA dan Kongres bahwa proyek semacam itu layak didanai, saat minat terhadap sains belum mudah bagi perempuan.
Roman pernah menggambarkan gagasan teleskop luar angkasa sebagai investasi besar bagi publik. Ia mengatakan bahwa dengan biaya setara satu malam di bioskop, setiap warga Amerika akan mendapat 15 tahun penemuan yang menarik, dan Hubble kemudian membuktikan nilai itu dengan mengirimkan gambar ke Bumi selama lebih dari 30 tahun.
Dalam sejarah NASA, Roman juga dikenal sebagai perempuan eksekutif pertama di lembaga itu. Ia terlibat dalam pengamanan pendanaan dan persetujuan Kongres untuk Hubble, serta ikut dalam setiap keputusan besar ketika teleskop tersebut dikembangkan.
Julukan “mother of Hubble” melekat pada dirinya karena kontribusi besar itu, dan nama yang sama kini kembali hadir pada teleskop yang membawa ambisi lebih luas untuk menelusuri kosmos. Bagi dunia astronomi, Roman bukan hanya penerus Hubble, tetapi juga simbol dari visi yang ia perjuangkan sejak awal.







