Ketegangan di Senat Filipina memuncak setelah suara tembakan terdengar dan memicu kepanikan di kompleks legislatif itu. Di saat yang sama, perhatian publik juga tertuju pada Ronald dela Rosa, senator senior yang disebut makin dekat dengan penangkapan oleh Mahkamah Pidana Internasional atau ICC.
Situasi di area Senat belum sepenuhnya jelas ketika laporan itu muncul. Sumber pasti tembakan dan pihak yang melepaskannya belum diketahui, sehingga suasana di sekitar gedung tetap dipenuhi tanda tanya.
Pasukan bersenjata kemudian terlihat di sekitar kompleks Senat. Lebih dari 10 personel militer berseragam loreng disebut mendatangi lokasi, dan sebagian di antaranya membawa senjata laras panjang.
Hingga laporan itu disampaikan, belum ada penjelasan resmi mengenai alasan kehadiran mereka. Otoritas militer juga belum memberikan keterangan tentang kondisi di lapangan, termasuk soal apakah ada aparat keamanan lain di dalam gedung ketika suara tembakan terdengar.
Sekretaris Senat Mark Llandro Mendoza mengatakan belum ada laporan korban jiwa dari insiden tersebut. Ia menambahkan bahwa situasi masih ditangani dan dinilai ulang setelah aparat disebut mencoba memasuki kompleks parlemen.
Di tengah suasana yang tegang itu, nama Ronald dela Rosa kembali menjadi sorotan utama. Mantan kepala Kepolisian Nasional Filipina tersebut menyebut penangkapannya sudah dekat dan meminta para pendukungnya bergerak untuk mencegah dirinya diserahkan ke ICC.
Dela Rosa, yang kini berusia 64 tahun, dikenal sebagai tokoh penting dalam perang melawan narkoba pada masa Presiden Rodrigo Duterte. Ia juga dilaporkan sudah berada di kantor legislatifnya sejak awal pekan.
Perannya dalam operasi besar-besaran pemberantasan narkoba membuat namanya terus dikaitkan dengan sorotan internasional. Pada masa itu, ribuan orang tewas dalam operasi anti-narkoba yang menuai kritik dari luar negeri.
Kelompok hak asasi manusia menuduh aparat melakukan pembunuhan sistematis dan menutup-nutupi kasus. Kepolisian membantah tuduhan tersebut dan menyatakan para korban tewas karena melakukan perlawanan bersenjata.
Kombinasi antara suara tembakan, kehadiran aparat bersenjata, dan kabar mendekatnya penangkapan dela Rosa membuat Senat Filipina berada dalam perhatian ketat. Selama belum ada penjelasan resmi yang benar-benar mengurai sumber tembakan dan langkah aparat berikutnya, kompleks parlemen itu tetap menjadi pusat sorotan dalam kasus yang menyangkut keamanan, politik, dan proses ICC.
Source: www.beritasatu.com