Roskilde Menyimpan Lima Kapal Viking Asli, Jejak Kerajaan Denmark di Tengah Kota Tua

Author: Redaksi Android62

Di tepi fjord Roskilde, lima kapal abad ke-11 yang sengaja ditenggelamkan masih menjadi saksi kuat bagaimana kota ini dulu menjaga pusat kekuasaannya. Kapal-kapal itu kini dapat dilihat setelah diangkat dan direkonstruksi, lalu dipamerkan di Viking Ship Museum bersama jejak kayu asli, sambungan paku, dan bentuk rangka yang masih terbaca jelas.

Temuan tersebut memperlihatkan bahwa Roskilde bukan sekadar kota tua di Pulau Zealand. Kota ini pernah menjadi pusat strategis bagi perdagangan, pelayaran, dan ekspedisi Viking ketika jalur perairan menjadi nadi utama kekuatan Denmark.

Jejak Viking yang masih bisa dilihat

Kapal-kapal yang ditemukan di dasar fjord itu memiliki fungsi berbeda. Ada kapal perang panjang, ada pula kapal dagang pengangkut barang, sehingga koleksi tersebut memberi gambaran tentang kehidupan maritim pada masa itu.

Penenggelaman kapal dilakukan dengan tujuan pertahanan laut. Dengan cara itu, armada musuh diharapkan sulit masuk menuju pusat pemerintahan melalui jalur fjord yang mengelilingi kota.

Dari pusat Viking ke kota kerajaan

Roskilde berkembang pesat sejak didirikan sekitar tahun 980 oleh Harald “Bluetooth” Gormsson. Kedekatannya dengan jalur air membuat kota ini cepat tumbuh menjadi titik penting dalam jaringan Viking, baik untuk mobilitas militer maupun aktivitas perdagangan.

Dalam periode yang sama, Roskilde juga menjadi ruang kekuasaan politik yang penting saat Denmark mulai membangun sistem pemerintahan yang lebih teratur. Saat pengaruh Kristen perlahan masuk, kota ini ikut beralih dari pusat maritim menjadi pusat kerajaan.

Nama yang lahir dari legenda

Nama Roskilde sendiri tidak lepas dari kisah lama yang hidup dalam tradisi Denmark. Nama itu diyakini berasal dari Raja Ro atau Hroar, tokoh legendaris yang disebut sebagai pendiri kota, dengan unsur “kilde” yang merujuk pada mata air.

Beberapa mata air yang terkait dengan penamaan itu masih dapat ditemukan di sekitar kota. Sosok Raja Ro muncul dalam kronik abad pertengahan Denmark dan puisi kuno Beowulf, tempat ia digambarkan membangun pemukiman di Zealand sementara saudaranya, Helghe, menguasai jalur perairan di sekitarnya.

Katedral yang menjadi tempat peristirahatan para raja

Perubahan besar Roskilde sebagai kota kerajaan terlihat jelas lewat katedralnya di pusat kota. Roskilde Cathedral mulai dibangun pada abad ke-12 dan dikenal sebagai katedral bergaya Gotik pertama di Skandinavia yang menggunakan batu bata.

Bangunan ini kemudian menjadi tempat pemakaman resmi keluarga kerajaan Denmark sejak abad ke-15. Di dalamnya terdapat puluhan makam raja dan ratu Denmark, termasuk Ratu Margrete I yang pernah mempersatukan wilayah Skandinavia melalui Uni Kalmar.

Setiap ruang makam di katedral itu memiliki bentuk arsitektur yang berbeda. Ragam desain tersebut mengikuti gaya bangunan dari masa pemerintahan masing-masing penguasa yang dimakamkan di sana.

Kota tua yang tetap bergerak maju

Walau identik dengan sejarah kuno, Roskilde juga terus berkembang sebagai kota modern. Kota ini menjadi lokasi stasiun kereta api pertama di Denmark, yang dibangun pada tahun 1847 untuk menghubungkan Zealand dengan Kopenhagen.

Kehadiran jalur transportasi itu mempercepat pertumbuhan ekonomi dan membuat Roskilde semakin penting dalam Denmark modern. Di saat yang sama, identitas lamanya tetap terjaga melalui fjord, gereja kuno, dan peninggalan Viking yang masih menjadi bagian kuat dari wajah kota.

Roskilde juga dikenal lewat Roskilde Festival, yang digelar setiap tahun sejak 1971. Festival musik berskala internasional ini menghadirkan musisi dari berbagai negara dan melibatkan ribuan sukarelawan setiap musim panas.

Source: www.idntimes.com
Berita Terbaru