Penderita diabetes tidak harus mengeluarkan roti dari menu harian sepenuhnya. Pilihan produk dan perhitungan porsi menjadi dua hal yang menentukan agar asupan karbohidrat tetap terkendali.
Label nilai gizi pada roti kemasan perlu menjadi perhatian utama sebelum produk dibeli. Tiga angka yang dapat dijadikan patokan adalah kandungan serat, karbohidrat, dan kalori per lembar.
Patokan Angka pada Roti Kemasan
Roti dengan serat setidaknya 3 gram dinilai lebih disarankan untuk penderita diabetes. Serat membantu memperlambat penyerapan karbohidrat sehingga dampaknya terhadap kadar gula darah setelah makan dapat lebih terjaga.
Kandungan karbohidrat juga perlu diperiksa karena berkaitan langsung dengan batas asupan harian setiap individu. Sebagai panduan, kandungan karbohidrat roti sebaiknya tidak lebih dari 15 gram dalam satu lembar.
| Komponen Label | Patokan per Lembar | Fungsi |
|---|---|---|
| Serat | Setidaknya 3 gram | Membantu memperlambat penyerapan karbohidrat |
| Karbohidrat | Tidak lebih dari 15 gram | Memudahkan pengaturan asupan harian |
| Kalori | Tidak lebih dari 100 kalori | Membantu menjaga porsi makan |
Selain karbohidrat, kalori per lembar perlu dipertimbangkan agar porsi tidak bertambah tanpa disadari. Patokan yang disebutkan dalam informasi tersebut adalah tidak lebih dari 100 kalori untuk setiap lembar roti.
Susan Weiner, RD, CDCES, seperti dikutip Everyday Health, mengingatkan bahwa informasi nilai gizi kerap terlewat saat orang memilih roti. Padahal, bagian ini dapat memengaruhi kenaikan gula darah tanpa disadari.
Roti Gandum Utuh Lebih Diprioritaskan
Jenis roti juga memengaruhi pertimbangan saat menyusun menu. Roti gandum utuh disebut sebagai pilihan yang lebih dianjurkan bagi penderita diabetes.
Kitty Broihier, M.S., RD, LD, menjelaskan bahwa roti masih dapat dikonsumsi selama masuk ke dalam perhitungan karbohidrat. Tidak ada larangan mutlak terhadap roti, tetapi kebutuhan setiap orang tidak selalu sama.
Jumlah karbohidrat yang sesuai bergantung pada kondisi dan pengelolaan gula darah masing-masing individu. Karena itu, penentuan porsi sebaiknya dibicarakan bersama ahli gizi.
Isi Sandwich Ikut Menentukan
Roti yang dimakan sendiri berbeda dengan roti yang dipadukan bersama sumber protein atau lemak sehat. Penambahan bahan pendamping dapat membantu mengatur respons glikemik setelah makan.
Pilihan isi sandwich yang disebutkan mencakup alpukat, salmon, dada ayam, hummus, keju, selai kacang, dan telur. Kombinasi tersebut membuat roti tidak hanya menjadi sumber karbohidrat dalam satu kali makan.
Pengaturan ini dapat membantu membentuk menu yang terasa lebih seimbang. Namun, kandungan roti tetap perlu dihitung sebagai bagian dari total asupan karbohidrat harian.
Satu Lembar Bisa Menjadi Pilihan
Roti dengan kandungan karbohidrat dan kalori lebih tinggi tidak selalu harus dihindari. Porsinya dapat disesuaikan dengan menggunakan satu lembar roti saja.
Weiner menyarankan daun selada atau sayuran lain sebagai pengganti lembar kedua dalam sandwich. Cara ini memungkinkan sandwich tetap tersusun tanpa menambah beban karbohidrat secara berlebihan.
Beautynesia, yang mengutip EatingWell, menekankan bahwa pembatas utamanya bukan roti itu sendiri. Pengelolaan karbohidrat harian, pemilihan bahan, serta porsi yang sesuai menjadi dasar agar roti tetap dapat masuk ke pola makan penderita diabetes.
