10 Brand Paling Sering Dipilih, Indomie Tetap Memimpin di Tengah Persaingan Ketat

Author: Redaksi Android62

Indomie kembali menjadi merek FMCG yang paling sering dipilih konsumen Indonesia dalam laporan Brand Footprint 2026. Posisi teratas ini dipertahankan ketika persaingan merebut perhatian rumah tangga semakin rapat.

Di bawah Indomie, So Klin, Mie Sedaap, Roma, Indofood, Royco, Kapal Api, NABATI, Masako, dan Frisian Flag membentuk daftar 10 besar. Komposisi tersebut tidak banyak berubah dibandingkan periode sebelumnya.

Worldpanel by Numerator mengukur pilihan konsumen melalui Consumer Reach Points atau CRPs. Pengukuran ini menggabungkan jumlah rumah tangga yang membeli suatu merek dengan frekuensi pembeliannya.

Peringkat Merek Keterangan
1 Indomie Paling sering dipilih konsumen Indonesia
2 So Klin Masuk 10 besar
3 Mie Sedaap Masuk 10 besar
4 Roma Masuk 10 besar
5 Indofood Masuk 10 besar
6 Royco Masuk 10 besar
7 Kapal Api Masuk 10 besar
8 NABATI Masuk 10 besar
9 Masako Masuk 10 besar
10 Frisian Flag Masuk 10 besar

1. Indomie

Indomie berada di urutan pertama dalam daftar merek FMCG yang paling sering dipilih konsumen Indonesia. Merek ini kembali memimpin pengukuran Brand Footprint 2026.

2. So Klin

So Klin menempati posisi kedua dalam daftar tersebut. Kehadirannya menjaga persaingan di jajaran teratas tetap ketat.

3. Mie Sedaap

Mie Sedaap berada pada peringkat ketiga. Merek ini menjadi salah satu nama yang tetap bertahan dalam komposisi 10 besar.

4. Roma

Roma menduduki urutan keempat dalam pemeringkatan. Posisi itu menempatkannya di antara merek yang paling kerap masuk pilihan rumah tangga.

5. Indofood

Indofood berada di peringkat kelima. Merek ini termasuk dalam daftar utama yang relatif tidak banyak berubah dibanding tahun sebelumnya.

6. Royco

Royco menempati urutan keenam. Posisi tersebut memperlihatkan persaingan pilihan konsumen tidak hanya terkonsentrasi pada pemuncak klasemen.

7. Kapal Api

Kapal Api berada pada peringkat ketujuh. Merek ini mempertahankan tempatnya dalam kelompok 10 besar yang dipantau Worldpanel.

8. NABATI

NABATI menduduki posisi kedelapan. Keberadaannya melengkapi daftar merek yang paling sering dipilih konsumen Indonesia.

9. Masako

Masako berada di urutan kesembilan. Merek ini tetap masuk kelompok teratas meski persaingan antarmerek semakin padat.

10. Frisian Flag

Frisian Flag menempati peringkat kesepuluh. Posisi ini menutup daftar 10 merek dengan jangkauan pilihan konsumen yang kuat.

Ruang Belanja Makin Diperebutkan

Jumlah merek yang dipantau meningkat dari 436 menjadi 451 merek. Sementara itu, rumah tangga Indonesia rata-rata masih membeli sekitar 95 merek FMCG dalam setahun melalui 293 kali perjalanan belanja.

Managing Director Worldpanel Indonesia Venu Madhav mengatakan pertumbuhan merek menjadi semakin sulit dicapai. Menurutnya, hanya 44 persen merek yang tumbuh pada 2025, turun dari 62 persen pada tahun sebelumnya.

“Jumlah brand yang kami pantau meningkat dari 436 menjadi 451. Artinya, persaingan memperebutkan pilihan konsumen semakin ketat,” kata Venu Madhav.

Merek Kecil Turut Menguat

Merek berskala kecil mencakup 41 persen dari seluruh merek yang dipantau, naik dari 39 persen pada periode sebelumnya. Lebih dari separuh kelompok merek kecil tersebut berhasil mencatat pertumbuhan.

Worldpanel mencatat sekitar 80 persen merek yang tumbuh berhasil menjangkau lebih banyak rumah tangga. Sisanya bertumbuh dengan menaikkan frekuensi pembelian dari pelanggan yang telah ada.

Desaku disebut melanjutkan pertumbuhan selama tiga tahun berkat pilihan bumbu dan rempah, kemasan sachet terjangkau, serta distribusi pasar tradisional. Strategi itu membantu merek tersebut menarik lebih dari enam juta pembeli baru.

Baby Happy juga memperluas jangkauan melalui kemasan sachet, promosi buy more save more, dan distribusi ke toko tradisional, e-commerce, serta toko perlengkapan bayi. Dalam setahun terakhir, merek itu memperoleh sekitar 1,7 juta pembeli baru.

Marketing Lead Worldpanel Indonesia Corina Fajriyani menilai pertumbuhan berkelanjutan bergantung pada kemampuan merek memahami kebutuhan konsumen. Merek yang unggul, menurutnya, terus menarik pembeli baru sekaligus memberi lebih banyak alasan untuk dipilih.

Source: www.suara.com
Berita Terbaru