Nobar Piala Dunia 2026 yang diselenggarakan TNI AD menghasilkan perputaran ekonomi lebih dari Rp5,03 triliun dalam sepekan. Dampaknya mengalir dari aktivitas siaran hingga belanja masyarakat di hotel, restoran, kafe, serta usaha kecil.
Nilai tersebut menunjukkan tayangan sepak bola gratis dapat menjadi penggerak konsumsi di banyak daerah. Kegiatan yang berlangsung pada 10 hingga 16 Juli 2026 itu juga mengumpulkan 1.133.184 penonton.
Belanja dari Siaran hingga Sektor HOREKA
KADIN Indonesia mencatat tiga sumber utama perputaran ekonomi dari rangkaian nobar tersebut. Sektor hotel, restoran, dan kafe atau HOREKA menyumbang nilai terbesar, yakni sekitar Rp2,4 triliun.
| Sumber Dampak Ekonomi | Nilai | Ruang Aktivitas |
|---|---|---|
| Iklan siaran | Rp1,76 triliun | Aktivitas periklanan dalam siaran |
| Kegiatan komersial luar siaran | Rp850 miliar | Aktivitas pendukung di luar siaran |
| HOREKA | Rp2,4 triliun | Hotel, restoran, dan kafe |
Wakil Ketua Umum KADIN Indonesia Bidang Pemberdayaan Ekonomi Daerah, Kukrit Suryo Wicaksono, menilai manfaat kegiatan tidak hanya dirasakan perusahaan besar. Hotel, restoran, kafe, pedagang makanan, pelaku industri kreatif, penyedia jasa, dan UMKM turut memperoleh dampaknya.
Survei Lokadata terhadap 1.176 responden di 10 wilayah besar Indonesia juga menggambarkan pola belanja penonton. Rata-rata pengeluaran individu mencapai Rp51 ribu setiap mengikuti kegiatan nobar.
Pengeluaran tersebut terutama digunakan untuk makanan, minuman, dan paket data. Belanja kecil dari banyak penonton kemudian menjadi salah satu unsur yang menggerakkan transaksi di sekitar lokasi kegiatan.
Jangkauan Ribuan Lokasi
TNI AD menggelar kegiatan ini di 25.912 titik yang tersebar di seluruh jajaran satuan. Skala lokasi tersebut memungkinkan masyarakat menonton pertandingan lebih dekat dari lingkungan tempat tinggalnya.
KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan program itu merupakan bentuk kehadiran TNI di tengah masyarakat. Dukungan terhadap penyiaran Piala Dunia melalui TVRI, menurutnya, sejalan dengan keinginan Presiden untuk menghibur masyarakat sekaligus memberi dampak ekonomi.
“Kami dari TNI Angkatan Darat dengan senang hati dan bersyukur dapat mendukung penyiaran Piala Dunia sepak bola melalui TVRI sesuai keinginan Presiden untuk menghibur masyarakat, khususnya pecinta sepak bola, sekaligus memberikan dampak positif terhadap peningkatan perekonomian,” ujar Maruli.
Penerimaan Publik terhadap Siaran
Hasil survei Lokadata mencatat 79,9 persen responden memberikan penilaian positif terhadap kualitas siaran TVRI. Sebanyak 73 persen responden juga menyatakan bangga karena TVRI menjadi penyiar resmi FIFA World Cup 2026.
Direktur Utama TVRI Fiki Satari menyebut sinergi dengan TNI AD membantu siaran menjangkau pulau-pulau terluar Indonesia. Kerja sama yang melahirkan kegiatan Nobar Kebangsaan itu berawal dari diskusi santai antara KSAD dan Dirut TVRI saat berolahraga bersama di Mabesad pada awal Juli.
Rangkaian kegiatan akan ditutup melalui Festival Rakyat Bola Gembira di Lapangan Banteng, Jakarta, pada 19 Juli 2026. Acara gratis tersebut menampilkan nobar laga final, konser musik, dan bazar UMKM dari puluhan pelaku usaha lokal.
