NASA menempatkan pengujian rotor helikopter Mars ke tahap yang lebih ekstrem ketika bilah yang diuji mencapai kecepatan ujung hingga Mach 1,08 tanpa menunjukkan tanda kerusakan. Hasil ini penting karena kendaraan masa depan harus tetap bisa terbang di atmosfer Mars yang sangat tipis sambil membawa muatan yang lebih berat.
Pengujian dilakukan di Laboratorium Propulsi Jet NASA di California Selatan, dalam ruang khusus yang dirancang untuk meniru kondisi Mars. Para insinyur menyelesaikan 137 pengujian pada bulan Maret dengan mengganti udara di ruang uji memakai konsentrasi karbon dioksida berdensitas rendah agar lingkungan semakin mendekati Planet Merah.
Dorongan untuk helikopter yang lebih mampu
NASA menyebut rangkaian data dari pengujian ini berpotensi meningkatkan kemampuan angkat kendaraan hingga 30 persen. Kenaikan itu menjadi penting karena helikopter Mars generasi berikutnya ditargetkan membawa instrumen sains yang lebih berat dan baterai yang lebih besar.
Dengan daya angkat yang lebih tinggi, kendaraan juga bisa menjangkau wilayah yang lebih luas di medan yang sulit. NASA memandang kemampuan seperti itu berguna untuk area yang terlalu berbahaya bagi rover dan terlalu dekat untuk diamati orbiter dari jarak jauh.
Dalam uji tersebut, tim memasang rotor tiga bilah di dalam chamber yang dimodifikasi. Rotor kemudian diputar dengan kecepatan yang terus dinaikkan sambil diterpa aliran angin untuk mensimulasikan kondisi terbang di Mars.
Belajar dari Ingenuity
Langkah ini tidak muncul tiba-tiba. NASA membawa pengalaman dari Ingenuity, helikopter yang mencatat penerbangan aerodinamis pertama di Mars pada 19 April 2021.
Ingenuity awalnya dibuat untuk menjawab pertanyaan dasar tentang apakah helikopter bisa efektif di atmosfer Mars yang tipis. Prototipe itu justru melampaui ekspektasi dan menyelesaikan total 72 penerbangan selama hampir tiga tahun, meski tidak dirancang sebagai kendaraan sains penuh.
Al Chen, manajer Mars Exploration Program di JPL, mengatakan pada 7 Mei bahwa Ingenuity sudah memberi hasil besar. Namun, kendaraan berikutnya diminta melakukan lebih banyak lagi di Mars.
Persiapan untuk SkyFall
Selain rotor tiga bilah, tim JPL juga menguji rotor dua bilah yang lebih panjang untuk SkyFall. Konsep misi ini disiapkan untuk mengirim tiga helikopter Mars generasi baru ke Planet Merah pada Desember 2028.
Versi dua bilah yang lebih panjang itu dirancang agar bisa mencapai kecepatan mendekati supersonik dengan putaran per menit yang lebih rendah. Data dari pengujian tersebut kini sedang diintegrasikan ke spesifikasi desain tim misi SkyFall.
Integrasi itu membantu perancang menyesuaikan kendaraan dengan tuntutan penerbangan di atmosfer Mars yang ekstrem. Targetnya adalah menghadirkan platform yang lebih siap membawa muatan sains dan bertahan dalam kondisi yang lebih menantang.
Menuju kelas kendaraan eksplorasi baru
Shannah Withrow-Maser dari NASA Ames Research Center di Silicon Valley menyebut keberhasilan uji rotor ini sebagai langkah besar untuk membuktikan kelayakan terbang di lingkungan yang lebih menantang. Menurut dia, kemampuan itu menjadi kunci bagi kendaraan generasi baru.
NASA melihat capaian tersebut sebagai awal dari kelas kendaraan eksplorasi Mars yang berbeda. Helikopter masa depan diharapkan mampu membawa instrumen melintasi wilayah yang sulit dijangkau dan membuka jenis pengamatan baru di permukaan Planet Merah.







