Menang 5-0 atas Laos, Timnas Putri Indonesia Tegaskan Gelar AFF Bukan Kebetulan

Timnas Putri Indonesia mempertahankan gelar Piala AFF Putri 2026 dengan kemenangan tegas 5-0 atas Laos di final. Hasil di Malaysia itu menempatkan Garuda Pertiwi kembali di podium tertinggi Asia Tenggara.

Margin lima gol tanpa balas memberi penegasan kuat bahwa Indonesia mampu tampil dominan pada pertandingan penentuan. Trofi kali ini juga menjadi gelar kedua beruntun setelah keberhasilan pada edisi 2024.

Final yang Menjadi Penegasan

Laga puncak berlangsung pada Rabu malam, 22 Juli, di Malaysia. Indonesia menutup turnamen dengan hasil meyakinkan dan memastikan Laos tidak mampu mencetak gol dalam final.

Kemenangan tersebut membuat status juara bertahan tetap melekat pada Garuda Pertiwi. Indonesia sebelumnya meraih trofi perdana Piala AFF Putri pada 2024, lalu berhasil menjaganya dua tahun kemudian.

Skor 5-0 bukan sekadar pembeda di papan hasil, melainkan gambaran kuatnya penampilan tim pada laga paling menentukan. Keberhasilan ini juga mengakhiri turnamen dengan catatan kemenangan yang bernilai besar bagi sepak bola putri nasional.

Apresiasi untuk Seluruh Unsur Tim

Ketua Umum PSSI Erick Thohir menyampaikan penghargaan kepada pemain, pelatih, dan ofisial yang membawa Indonesia mempertahankan gelar. Ia menilai hasil tersebut memperlihatkan perkembangan sepak bola putri Indonesia ke arah yang semakin baik.

“Selamat kepada seluruh pemain, pelatih, dan ofisial Timnas Putri Indonesia atas pencapaian luar biasa ini,” ujar Erick Thohir. Menurutnya, pencapaian itu lahir dari kerja keras dan kedisiplinan yang dijalani tim sepanjang turnamen.

Penilaian PSSI menempatkan gelar ini sebagai hasil dari proses, bukan hanya dampak satu pertandingan final. Performa di Malaysia menjadi bukti bahwa pembinaan sepak bola putri nasional terus menunjukkan arah positif.

Trofi Regional Bukan Titik Akhir

PSSI memandang keberhasilan di Piala AFF Putri 2026 sebagai pijakan untuk menghadapi tantangan yang lebih tinggi. Federasi ingin prestasi Garuda Pertiwi tidak berhenti di kawasan Asia Tenggara.

Penguatan ekosistem sepak bola putri menjadi bagian dari langkah yang disoroti PSSI. Fokusnya mencakup peningkatan kualitas pemain, pengembangan pelatih, serta penyelenggaraan uji coba internasional.

Peningkatan kualitas pemain dinilai penting agar tim mampu menjaga kesinambungan prestasi. Sementara itu, pengembangan pelatih dan pengalaman melalui pertandingan internasional diproyeksikan mendukung kesiapan menuju level Asia.

“PSSI terus berkomitmen untuk memperkuat ekosistem sepak bola putri agar prestasi Garuda Pertiwi tidak berhenti di sini dan bisa berlanjut ke level yang lebih tinggi,” pungkas Erick. Pernyataan itu menegaskan bahwa gelar beruntun menjadi fondasi bagi target yang lebih besar.

Bagi Timnas Putri Indonesia, kemenangan atas Laos menambah catatan penting setelah trofi perdana pada 2024. Tantangan berikutnya adalah menjaga proses penguatan yang telah dicanangkan agar dominasi regional dapat menjadi modal untuk bersaing lebih jauh.

Source: www.medcom.id
Berita Terkait